Wabup Heri: Kita Terpanggil Untuk Menjadi Pelayan, Abdi Negara dan Abdi Masyarakat

WaktoeNTT.Net – Kalau kita terpanggil untuk menjadi pelayan, abdi negara dan abdi masyarakat, maka kita harus siap melayani. Kita melayani anak-anak kita untuk menjadi anak yang pintar, tetapi yang penting juga menjadi anak yang cerdas.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut saat memberikan pengarahan kepada sejumlah kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Manggarai.

banner 728x90

Arahan tersebut disampaikan Wabup Heri saat mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas Kepala Sekolah tingkat Kabupaten Manggarai di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Selasa (05/03).

Kegiatan yang merupakan kerja sama Dinas Pendidikan dan Yayasan PLAN Internasional ini rencananya akan digelar selama empat hari terhitung sejak 5 s.d. 8 April 2022, dan akan dibagi dalam 3 gelombang untuk Kepala Sekolah SD dan 1 gelombang untuk Kepala Sekolah SMP.

Kepada sejumlah peserta yang hadir, Wabup Heri menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi dalam mengatasi tantangan pembelajaran di kelas, khususnya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menghitung, mengidentifikasi masalah dan mencari solusi pembelajaran di sekolah sehingga dapat mendorong anak untuk bisa memahami pembelajaran yang diberikan juga untuk meningkatkan mutu pembelajaran siswa tentang literasi pada jenjang pendidikan dasar.

Selain untuk memperkuat kualitas pengajaran dan pembelajaran di kelas, peningkatan kapasitas seorang pendidik juga sangat penting agar mereka dapat mengajar dengan lebih efektif.

Sebab menurut Wabup Heri, pendidikan merupakan sendi dari berbagai aspek pembangunan, oleh karena itu maka, pendidikan harus dipandang sebagai sektor yang sangat esensial dalam dinamika proses pembangunan.

Dengan adanya pendidikan, akan mampu mengubah peradaban kehidupan manusia. Pendidikan yang berkualitas harus mampu menata masa depan yang memiliki open mindset dalam berbagai aspek pendidikan, oleh karena itu pendidikan perlu ditata dan dikelola secara maksimal agar output-nya mampu melakukan berbagai inovasi dan kreativitas sehingga mampu bersaing pada era global.

“Kiranya kegiatan ini akan memberi manfaat untuk kita semua, apalagi banyak kepala sekolah yang baru dilantik dan pertama kali menjadi kepala sekolah. Kalau kita terpanggil untuk menjadi pelayan, abdi negara dan abdi masyarakat, maka kita harus siap melayani. Kita melayani anak-anak kita untuk menjadi anak yang pintar, tetapi yang penting juga menjadi anak yang cerdas,” ungkapnya.

Cerdas artinya dengan pengetahuan, pembentukan keahliannya dari aspek prilaku atau attitude-nya yang menghantar dia menjadi orang bernilai di kemudian hari, dengan kecerdasan bisa menyelesaikan persoalan dengan cepat dan tepat.

Wabup Heri menegaskan bahwa menjadi kepala sekolah itu merupakan pekerjaan tambahan. Tugas yang utama adalah menjadi pendidik dan pengajar. Mengajar itu mentransformasikan pengetahuan seorang guru kepada para muridnya sedangkan mendidik adalah mengalirkan nilai tentang kebenaran, kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama. Sistem pendidikan nasional mengarah ke sana.

Tetapi murid akan beretika ketika guru dan kepala sekolahnya juga beretika. Sebab itu guru harus menjadi panutan untuk para murid.

“Saya minta Pa Kadis, cek guru-guru yang tidak beretika, berikan pembinaan. Termasuk yang tidak beretika di media sosial. Harus tertib bermedia sosial, jadi guru yang profesional, tahu aturan dan tahu diri,” tegasnya.

“Untuk memastikan kepada peserta didik bahwa kita hadir membawa berkat bagi mereka semua, kita dipertaruhkan pada sebuah mimpi yang sama yakni meningkatkan mutu pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.