Tersangka Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur di Kabupaten Manggarai Kembali Bertambah

WaktoeNTT.Net – Satu tersangka kembali diringkus aparat kepolisian dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, di Golo Sita, Desa Ruis, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Selasa(08/02/22).

Pelaku berinisial NN (18) salah satu siswa  SMA di Manggarai tega mencabuli anak berumur 7 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kapolsek Reok, IPDA Muhammad Andi Fayet Sanusi, kepada WaktoeNTT.Net menjelaskan, pelaku melancarkan aksi bejatnya saat pelaku mendatangi rumah saudari kandungnya yang jaraknya sekitar 10 meter dari rumah orang tua kandung Pelaku.

“Saat berada di dalam rumah saudarinya itu, pelaku melihat korban dan adik kandung pelaku sedang tidur di dalam kamar”, Jelas Ipda Muhamad.

Demi melancarkan aksi bejatnya, pelaku membangunkan dan menyuruh saudarinya itu untuk pergi ke dapur untuk mengisi air jerigen.

Saat saudarinya berada di dapur, Pelaku langsung melancarkan aksi bejatnya saat korban masih tidur.

Melihat korban yang terus tidur, pelaku langsung membuka celana korban dan memasukan kelaminnya kedalam kelamin korban.

Aksi bejat pelaku tidak di lanjutkan saat korban tersadar dan menangis karena kesakitan, lalu pelaku membujuk korban agar diam.

Kata Ipda Mumahad, kini pelaku sudah diamankan dan berkas kasus beserta pelakunya sudah diserahkan ke Unit PPA Polres Manggarai.

Kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur ini merupakan kali ke 2 yang terjadi di Kabupaten Manggarai sepanjang tahun 2022.

Sebelumnya, kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, terjadi pada tanggal 02 Februari 2022 tepatnya di Bahong, Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Korban yang masih berusia 15 tahun itu, dipaksa dan diancam jika tidak memenuhi nafsu bejat pelaku yang sudah berumur 21 tahun.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Menurut Ayat (1) Pasal 82 Undang-Undang tersebut, pelaku pencabulan terhadap anak dipidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.