Tersangka Kasus Pemerkosaan Balita di Ranamese Kini diTahan di Polres Matim

WaktoeNTT.Net – Setelah tuntas melakukan gelar perkara, kini Kepolisian Resort Manggarai Timur secara resmi menahan Erenius Dogat alias Ires sebagai tersangka kasus pemerkosaan balita umur 3 tahun asal Munde, Desa Golo Ros, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin(07/02/22).

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Matim AKBP Nugroho Arie Siswanto, melalui Kasat Reskrim Polres Matim Ipda. Agustian Sura

banner 728x90

“sekarang kasus tersebut telah masuk ke tahap Penyidikan dan pelaku Erenius Dogat alias iren telah di tetapkan sebagai tersangka. Sekarang pelaku sudah diamankan di ruang tahanan polres manggarai timur,” Kata Ipda Agustian.

Kasus pemerkosaan yang menimpa balita berinisial PS (3) terjadi di dalam rumah milik saudara BENEDIKTUS ODAL,di kampung Munde,Desa Golo Ros, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.

Keluarga korban mengetahui kejadian tersebut pada hari Kamis tanggal 27 Januari 2022 sekitar pukul 08:00 wita, saat korban berjalan dari rumah pelaku sambil menangis untuk kembali ke rumah neneknya.

Karena korban yang masih balita merupakan penyadang disabilitas (Tuna Wicara) korban memberi isyarat kepada neneknnya untuk membuka celananya.

Nenek dari korbanpun kaget ketika melihat di bagian paha si korban terdapat bercakan lendir putih.

Karena panik dan khawatir nenek korban memanggil Rika dan Ondak yang pada saat itu berada tidak jauh dari si nenek dan korban.

“nenek korban memanggil dua orang yang bernama saudari Rika Jo dan Algonda Y. Gamul untuk melihat dan memastikan lendir apa yang ada pada korban. Kemudian keduanya langsung melihat dan menurut mereka cairan lender tersebuta adalah cairan lendir sperma”, Kata Ipda Agustian berdasarkan keterangan saksi.

Merekapun membawa korban ke Pustu Golo Ros untuk memastikan apa yang terjadi pada korban.

Setelah mendapat hasil awal dari medis di pustu Golo Ros, korban langsung dibawa ke Polres Manggarai Timur untuk melaporkan kejadian yang menimpa korban masih balita dan penyandang disabilitas (Tuna Wicara).

Hingga saat ini pelaku sudah di amankan di Polres Manggarai Timur dan kasus tersebut sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reskrim Polres Manggarai Timur.

Tersangka, kata Ipda Agustian bisa di jerat dengan Pasal 81 ayat (2) undang -undang no 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.