Terkait Sanksi Kemenkeu, Sekda Fansi: Pemkab Manggarai Belum Mendapat Fisik Asli Dari Keputusan Menteri Keuangan Itu

Manggarai,WaktoeNTT.Net – Beredar informasi di sejumlah media sosial terkait sanksi yang dikeluarkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia untuk Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) berupa penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) bulan Agustus 2022.

Dalam surat yang beredar di medsos, Kabupaten Manggarai mendapatkan sangsi penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) 2022 disebabkan karena keterlambatan laporan keuangan.

Menanggapi hal itu, Sekda Kabupaten Manggarai, Aldus Fansi Jahang mengatakan, Pemda Manggarai belum mendapatkan dokumen keputusan Menteri Keuangan terkait penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) 2022.

banner 728x90

“Sampai hari ini juga kami belum mendapat fisiknya. Fisik asli daripada keputusan Menteri Keuangan. Saya cek ke Kaban keuangan belum ada fisik dari surat keputusan itu,” kata Sekda Fansi, pada Kamis (21/07).

Sekda Fansi juga mengatakan, ada peraturan Mentri Keuangan terkait penundaan darurat DAU untuk bulan Agustus untuk beberapa kabupaten yang termasuk Kabupaten Manggarai.

Namun demikian, Kata Sekda Fansi, bahwa sampai dengan penyaluran DAU pada bulan Juli Tahun 2022 untuk Kabupaten Manggarai sebenarnya tidak ada masalah. Seluruh persyaratan-persyaratan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah Manggarai sudah diupload dan dikirim ke Kementerian Keuangan

“Jadi tidak ada masalah sampai dengan sekarang ini,” tegasnya.

“Saya juga kaget ketika mendapatkan informasi di media bahwa untuk bulan Agustus penyaluran DAU bagi pemerintah Kabupaten Manggarai ditunda,” tambahnya.

Dikatakan, ada empat persyaratan dalam penyaluran DAU Tahun 2022 setiap bulannya, yaitu laporan realisasi anggaran, data transaksi harian juga rekapitulasi transaksi harian, laporan belanja gaji Pegawai Negeri Sipil, dan laporan posisi kas bulanan.

“Dari empat laporan itu, laporan untuk bulan Juli tiganya sudah kami upload dan sudah kirim ke Kementerian Keuangan. Tetapi tinggal satu yaitu data transaksi harian dan rekapitulasi. Itu yang akan dikirim paling lambat Jumat esok,” katanya.

Sekda Fansi juga menuturkan, DAU bulan Agustus ditransfer ke kas daerah itu pada tanggal 30 Juli.

“hari ini tanggal 21 Juli, jadi Kami masih ada waktu untuk melengkapi persyaratan. Hanya tinggal satu persyaratan dan hari ini kami lengkapi. sementara ketiganya kami sudah upload,” jelasnya.

Ia menambahkan, data yang dikirim oleh pemerintah daerah sampai hari ini belum terbaca pada sistem informasi keuangan daerah di Kementerian Keuangan.

“Makanya hari ini kami meminta Kaban Keuangan untuk segera menyesuaikan dan harapannya besok sudah bisa dilakukan penyelesaian. Tinggal satu saja dan waktunya masih lama sampai tanggal 30 dan tentu kami lebih cepat untuk mengirimkan dokumen data transaksi harian juga rekapitulasi transaksi harian,” pungkasnya.

banner 728x90