Berita  

Terkait Polemik Dugaan Pemalsuan Kwitansi Biaya Perawatan Pasien, Berikut Penjelasan Pihak RSUD dr.Ben Mboi Ruteng

WaktoeNTT.Net – Polemik yang beredar luas di ruang publik tentang dugaan adanya manipulasi administrasi yang terjadi di RSUD dr. Ben Mboi beberapa waktu lalu, sempat menarik perhatian beberapa anggota DPRD Kabupaten Manggarai.

Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir salah satunya, mengatakan dugaan pemalsuan kwitansi dan pembengkakan biaya perawatan pasien oleh oknum pegawai di manajemen RS Ruteng. Apabila kasus tersebut terbukti benar, maka oknum pegawai yang bersangkutan harus diberi tindakan tegas.

banner 728x90

Melansir Floresnews, Politisi PAN itu mengatakan, para Dokter, Perawat dan semua unsur manajemen di RS Ruteng harus melayani pasien dengan hati. Pasien ke RS kata dia itu karena mengalami gangguan kesehtan atau sakit. Mereka (pasien) membutuhkan pertolongan yang prima agar bisa sembuh.

“Untuk direktur, saya minta agar terlibat aktif. Kalau ada masalah yang dikeluhkan pasien, direktur harus turun langsung untuk menyelesaikan. Identifikasi masalahnya lalu mengambil keputusan yang bijak dan cepat,” tegasnya.

Legislator asal Dapil IV itu juga meminta pihak RS agar mengutamakan keselamatan pasien daripada soal administrasi. Ia mengaku sering mendapat laporan, bahwa ada pasien yang dipersulit saat hendak berobat hanya karena soal administrasi.

“Bahwa administrasi itu penting, tapi utamakan dulu keselamatan pasien. Soal biaya, ada dia punya keluarga dan bisa urus belakangan. Pasien kritis harus segera mendapatkan tindakan. Tidak boleh terkendala hanya karena administrasi,” tutupnya.

Sementara, Humas Rumah Sakit Umum Ruteng (RSUD) dr. Ben Mboi, Laurensius Guntur kepada WaktoeNTT.Net, mengatakan tidak ada manipulasi data administrasi yang dilakukan pihak RS untuk keuntungan institusi atau  petugas RSUD dr. Ben mboi.

Terkait keluhan pasien atas nama Tn. W.S usia 45 tahun, jenis kelamin laki laki, pihak RSUD menjelaskan beberapa poin penting, antara lain :

1. Biaya hari rawat yang tertulis tanggal 7 februari 2022.

Terkait biaya hari rawat, bahwa pasien tersebut,  Masuk Rumah Sakit tanggal 31 januari 2022 dan Keluar Rumah Sakit tanggal 6 Februari 2022, sehingga lama hari rawat dihitung dari tanggal 1 februari 2022 – 6 Februari 2022 sehingga total hari rawat pasien tersebut adalah 6 hari perawatan. Adapun tanggal 7 Februari 2022 yang tertulis dalam kuitansi pembayaran pasien, tanggal tersebut adalah tanggal penginputan oleh admin RS dan hal ini tidak berdampak terhadap penambahan  biaya hari rawat pasien  tersebut.

2. Alat kesehatan yg diresepkan tapi tidak sesuai dengan kondisi sakit pasien.

Kami jelaskan bahwa alat yang dimaksud oleh pasien adalah “3 way stop cock”, alat ini digunakan untuk pasien yang terpasang syringe pump.  Pemakaian alat ini  diberikan kepada pasien tanggal 3 februari 2022, pukul 09.00 wita untuk kepentingan pemberian obat anti hipertensi (sesuai advis dokter).  sehingga petugas melayani kebutuhan alat ini dengan persediaan RS, Sementara pemberian resep alat tersebut, untuk menggantikan persediaan RS yang sudah terpasang pada pasien baru dilakukan pada pukul 10.00 wita pada hari itu juga.

3.  Jumlah kantong darah yang tidak sesuai. 

Dapat kami jelaskan bahwa jumlah darah yang diorder ke Unit Transfusi Darah sebanyak 3 bag dan yang terpasang pada pasien hanya 2 bag.

Pemberian darah bag 1 (pertama) diberikan tanggal 1 Februari 2022 . Tanggal 2 februari 2022 akan diberikan transfusi bag ke -2 tapi sesaat akan diberikan transfusi, tekanan darah pasien kembali meningkat.  atas advis dokter jaga, pemberian transfusi ditunda, sementara pada saat yang sama, kemasan bag darah sudah terbuka dan sesuai SOP pada Unit Transfusi Darah kondisi seperti ini dianggap bag darah tersebut sudah terpakai. Transfusi darah kembali dilayani pada tanggal 3 februari 2022 tetapi tidak menggunakan bag darah yang akan diberikan pada tanggal 2 karena kemasanya sdh terbuka.

4. Pemeriksaan darah pada klinik di luar RS.

Pemeriksaan yang dimaksud oleh pasien adalah pemeriksaan untuk screening HIV. Hal ini sesuai dengan advise dr spesialis penyakit dalam, agar pasien tersebut dilakukan pemeriksaan HIV dan hal ini dilakukan oleh konselor VCT RS dan dilakukan pada KLINIK VCT RSUD dr Ben Mboi Pemeriksaan ini dilakukan setelah dilakukan konseling terlebih dahulu dan atas persetujuan pasien dan TIDAK DIPUNGUT BIAYA. Jadi tidak benar pemeriksaan itu dilakukan pada klinik atau laboratorium di luar RS.

Pihak RSUD dr. Ben Mboi juga menyampaikan terima kasih atas atensi semua pihak terhadap kondisi ini, hal ini tentu dengan niat yang sama agar RSUD dr. Ben mboi terus melakukan pembenahan agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan  masyarakat Manggarai. Saran dan kritikan tetap kami butuhkan.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.