Syarat Jadi Kepala Sekolah: Wajib Berijazah S1 dan Bersertifikat Pendidik

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Pendidikan Teknologi Nomor 40 Tahun 2021 tentang persyaratan guru tugas menjadi Kepala Sekolah.

Ruteng,WaktoeNTT.Net – Kepala Sekolah adalah guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin sebuah sekolah yang diselenggarakan oleh proses belajar mengajar atau tempat interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan siswa yang menerima pelajaran.

Namun berbagai persepsi muncul mengenai persyaratan menjadi kepala sekolah yang sampai sekarang ini masih ada yang belum paham tentang persyaratan tersebut.

banner 728x90

Baru-baru ini Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Pendidikan Teknologi Nomor 40 Tahun 2021 tentang persyaratan guru tugas menjadi Kepala Sekolah. Ini adalah peraturan terbaru tentang syarat dan kondisi dari menjadi kepala sekolah, karena peraturan sebelumnya tidak lagi berlaku.

Sekertaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, saat di temui diruang kerjanya, Rabu (09/03/22) mengatakan, pengangkatan Kepala Sekolah berdasarkan Permendikbud nomor 6 Tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah sudah tidak berlaku lagi.

“Permendikbud nomor 6 tahun 2018 sudah tidak berlaku lagi, dan sudah diubah dengan Permendikbudristek nomor 40 tahun 2021”,katanya.

Menurut dia, dalam Permendikbudristek yang terbaru tahun 2021, seorang guru dapat diangkat sebagai kepala sekolah minimal berkualifikasi D-IV (Diploma Empat) dan S1 (Strata Satu).

“aturan terbaru ini menegaskan agar setiap guru yang diangkat menjadi kepala sekolah harus berijazah minimal S1, hal ini tidak berlaku bagi kepala sekolah yang masih mengggunakan berijazah Sekolah Pendidikan Guru (SPG)”, jelasnya

Selain itu, lanjut dia, dalam Permendikbud Nomor 40 tahun 2021 juga selain wajib memiliki sertifikat pendidik, guru yang di angkat menjadi calon kepala sekolah harus memiliki sertifikat sebagai Guru Penggerak.

“guru penggerak yang sudah dididik 9 bulan sudah dikeluarkan aturannya dalam Permendikbud 40 Tahun 2021, bahwa guru penggerak menjadi pool rekrutmen calon kepala sekolah,”ungkapnya.

Maka dari itu, dirinya menjelaskan syarat menjadi kepala sekolah berdasarkan Permendikbud No. 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah tertanggal 17 Desember 2021, antara lain :

1. Memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S-I) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi:

2. Memiliki Sertifikat Pendidikan:

3. Memiliki Sertifikat Guru Penggerak:

4. Memiliki pangkat paling rendah peneta muda tingkat I,golongan ruang II1/b bagi Guru yang berstatus sebagai PNS:

5. Memiliki jenjang jabatan paling rendah Guru ahli pertama bagi Guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,

6. Memiliki hasil penilaian kinerja Guru dengan sebutan paling rendah Baik selama 2 (dua) tahun terakhir untuk setiap unsure penilaian,

7. Memiliki pengalaman Manajerialpaling sedikit 2 (dua) tahun di satuan pendidikan, organisasi pendidikan, dan/atau komunitas pendidikan,

8. Sehat jasmani, rohani, dan bebas narkotika, psikotropika, dari zat adiktif lainnya berdasarkan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah,

9, Tidak pernah dikenai hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,

10. Tidak sedang menjadi tersangka, terdakwa, atau tidak pernah menjadi terpidana:dan

11. Berusia paling tinggi 56 ( lima puluh enam) tahun pada saat diberi penugasan sebagai Kepala Sekolah.

Wensislaus Sedan juga menegaskan, untuk Kepala Sekolah yang menjabat masih menggunakan ijazah Sekolah Pendidikan Guru (SPG) harus segera diberhentikan dari jabatanya karena sudah menabrak UU.

“mengacu pada Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 8 yang berbunyi Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,Kemudian di pasal 9 menambahkan, Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau program diploma empat (D4)”,Tutup Wensislaus.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.