Sering Sakit Pada Tulang Punggung? Coba Metode Pengobatan Chiropractic

Terapi chiropractic dilakukan oleh dokter atau ahli terapi yang disebut chiropractor.

WaktoeNTT.Net – Pepatah mengatakan, kesehatan adalah harta yang paling berharga dan tak ternilai harganya. Ketika jatuh sakit, kita akan mengupayakan berbagai pengobatan demi kesembuhan, mulai dari jalan medis hingga alternatif.

Belakangan, berbagai metode pengobatan alternatif pun semakin beragam bentuknya dan bisa dipilih sesuai kebutuhan. Salah satunya Chiropractic. Nah, ingin tau bagaimana metode pengobatan Chiropractic? Berikut penulis coba merangkumnya dari berbagai sumber.

banner 728x90

Terapi chiropractic merupakan salah satu metode yang dipercaya efektif untuk mengatasi nyeri punggung. Terapi ini memang masih terdengar asing di telinga masyarakat indonesia.

Terapi chiropractic dilakukan oleh dokter atau ahli terapi yang disebut chiropractor. Selain nyeri punggung, terapi ini juga efektif untuk mengatasi nyeri leher dan sakit kepala.

Bagaimana prosedur Chiropractic Dilakukan?

Dalam menjalani prosedur chiropractic, seorang chiropractor akan memberikan tekanan pada sendi tulang belakang dengan tangan atau alat bantu khusus. Metode ini disebut juga manipulasi tulang belakang. Tekanan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien, baik kecepatan maupun kekuatannya.

Manipulasi tulang belakang digunakan sebagai cara untuk mengembalikan kelenturan sendi yang berkurang akibat cedera fisik, misalnya akibat terjatuh, salah duduk, atau gerakan fisik yang berulang. Intinya, tujuan chiropractic adalah membuat otot lebih rileks dan membuat sendi bergerak dengan baik.

Chiropractic menjadi salah satu metode alternatif atau pengobatan pendamping yang digunakan untuk menangani berbagai jenis penyakit, seperti sakit leher dan cedera akibat olahraga.

(Ilustrasi)

Namun perlu di ketahui bahwa, studi mengenai efektivitas dan keamanan metode Chiropractic masih terbilang minim, sehingga belum dapat mendukung klaim bahwa chiropractic bisa mengatasi nyeri punggung tanpa obat-obatan atau tindakan medis.

Lalu, apakah metode Chiropractic beresiko?

Chiropractic merupakan metode pengobatan yang aman, dengan catatan dilakukan oleh tenaga terlatih dan memiliki lisensi tepercaya. Namun, ada sebagian orang yang mengalami efek samping ringan selama usai menjalani chiropractic, seperti kelelahan, nyeri pada bagian tubuh yang dirawat, atau sakit kepala.

Meski jarang terjadi, kemungkinan komplikasi serius juga dapat dialami. Berikut ini adalah beberapa risiko komplikasi yang dapat terjadi:

1. Cedera tulang belakang

2. Saraf kejepit

3. Stroke,

Akan tetapi, tdak semua orang bisa menjalani chiropractic. Ada beberapa kondisi yang tidak disarankan menjalani perawatan ini, di antaranya:

1. Sering mengalami mati rasa dan kesemutan

2. Kehilangan kekuatan pada lengan atau kaki

3. Osteoporosis Parah

4. Kanker pada tulang belakang

5. Adanya faktor resiko Stroke

Meski telah dinyatakan efektif mengatasi sakit punggung bagian bawah serta sakit leher dan sakit kepala, metode ini tidak selalu menampakkan hasil positif pada semua orang. Oleh karena itu, semua tergantung pada kondisi individu masing-masing.

Jika rasa sakit belum juga membaik setelah menjalani chiropractic selama beberapa minggu, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa perawatan ini tidak cocok untuk kondisi Anda.

Sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menjalani terapi chiropractic. Selain itu, pastikan penyedia layanan chiropractic yang Anda kunjungi memiliki izin praktik, sertifikat kompetensi, dan pengalaman dalam bidang ini.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.