Sejumlah Kades di Manggarai Minta Pemkab Untuk Terbitkan Perbup Perihal Syarat Calon Perangkat Desa

Manggarai, WaktoeNTT.Net – Sejumlah Kepala Desa mendatangi Kantor Bupati Manggarai dengan menggunakan busana adat Manggarai pada Selasa 7 Mei 2022.

Kedatangan para kepala desa ini pun diterima langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut di ruang kerjanya.

Adapun maksud Kedatangan sejumlah kepala Desa tersebut untuk bertemu Bupati dan Wakil Bupati Manggarai terkait Perbub yang di janjikan oleh Pemda Manggarai pada bulan April 2022.

banner 728x90

Kepala Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Martinus Don sebagai kordinator kepada sejumlah awak media menyampaikan, Peraturan Pupati (PERBUB) yang dimaksud adalah menyangkut keberadaan perangkat Desa yang masih lowong di beberapa Desa di kabupaten Manggarai.

Marten menyampaikan, yang terjadi saat ini sejumlah desa di Kabupaten Manggarai adalah keberadaan perangkat desa.

Menurut dia, sampai saat ini masih terjadi kekosongan bagi sejumlah posisi di tingkat desa dan kewalahan dalam menentukan calon perangkat/jabatan yang akan di isi.

“Ada multi tafsir terkait keberadaan perangkat desa ini, pertama kami di pilih oleh rakyat melalui demokrasi yaitu Pilkades, namun kemudian dalam perjalanan sejumlah pihak menilai demokrasi ini tidak berjalan karena terkesan pemaksaan, artinya kami tidak diperkenankan untuk melakukan perekrutan perangkat desa tanpa melalui Perbub,” ungkap Marten.

Maka dari itu lanjut dia, untuk mengisi kekosongan jabatan yang terjadi, perangkat desa masih menantikan regulasi yang di keluarkan oleh Pemda. Pemerintah Kabupaten Manggarai sudah berjanji dalam waktu singkat ini Perbub akan keluar.

“kami mengapresiasi dan mendukung Pemkab Manggarai yang sudah mendengar aspirasi kami, ini merupakan jawaban yang kami tunggu dari Pemkab Manggarai terkait calon perangkat desa, sehingga demokrasi bisa berjalan dengan baik sampai ke tingkat bawah,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut kepada waktoentt.net menyampaikan, perekrutan calon perangkat desa kedepan akan melakukan proses seleksi dengan melibatkan panitia seleksi.

Dikatakan Wabub Heri, calon perangkat desa akan dilakukan refresh (penyegaran) dengan melakukan pengecekan kemabali terhadap perangkat desa yang lama, apakah sesuai regulasi yang ditetapkan oleh undang-undang dan jangan sampai ada yang tidak memenuhi syarat.

“calon perangkat desa Memenuhi syarat namun misalnya ada alasan lain juga bisa diberhentikan, kinerja tidak bagus, malas, bisa saja,” ungkap Ketua Bapillu Partai Golkar Kabupaten Manggarai itu.

Wabub Heri menyarankan juga dasar pembentukan Peraturan Buapati (PERBUB) ini bukan hanya untuk perangkat desa yang baru perangkat desa yang lama juga perlu di cek, agar mendapatkan suatu pasukan penyelenggara pemerintahan di desa yang berkompeten dan punya kemampuan untuk mendukung proses kelancaran tugas dari Kepala Desa.

banner 728x90