Sebanyak 9.641 Warga Manggarai Belum Lakukan Perekaman E KTP

Waktoentt.net – Data Per Semester II Tahun 2021, sebanyak 9.641 masyarakat Manggarai belum melakukan perekaman E-KTP.

Dikatakan, capaian perekaman E-KTP sepanjang tahun 2021 dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Manggarai, mencapai 211.077 jiwa atau 96 % dari  target yang ditetapkan Dirjen Dukcapil.

banner 728x90

Selain E-KTP, capaian dokumen kependudukan berupa Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga juga masih rendah.

Untuk akta kelahiran dari usia 0-18 tahun, dari total 112.441, jumlah kepemilikannya baru mencapai 75.634 atau 67%. Sedangkan jumlah wajib akta kelahiran usia diatas 18 tahun, dari total 213.347 jiwa baru mencapai 36.073 atau 17%.

Sementara, kepemilikan Kartu Keluarga baru mencapai 83 % atau 75.014 dari total jumlah sebanyak 90.376 KK. Sedangkan yang belum memiliki KK sebanyak 15.362.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil Kabupaten Manggarai, Yakobus Banggut mengatakan, capain data kependudukan tersebut masih jauh dari target yang ditentukan Kemendagri.

“sepanjang tahun 2021 capaian tersebut masih jauh dari target yang ditentukan Kemendagri dalam hal ini Dirjen Dukcapil, dengan presentase capaian sebesar 95%” kata Kadis Yakobus Banggut diruang kerjanya, Kamis (25/08/22).

Dikatakan, berbagai kendala yang ditemukan dalam mengurus dokumen kependudukan. Mulai dari tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan hingga keterbatasan alat kerja.

“pelayanan keliling sudah kita lakukan, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Namun masih banyak warga yang tidak hadir saat melakukan perekaman dokumen kependudukan seperti E-KTP, KK, Akta Kelahiran dan juga dokumen kependudukan lain”ujarnya.

Selain itu, sinyal internet juga menjadi hambatan saat melalukan perekaman, khususnya diwilayah terpencil.

“untuk wilayah-wilayah terpencil, kami kendala di sinyal internet, sehingga kami lakukan perekaman secara offline”ungkapnya.

Dia pun berharap, agar masyarakat Manggarai bisa mendatangi langsung kantor Dukcapil Manggarai.

Selain itu dia juga menegaskan, agar dalam mengurus dokumen kependudukan tidak menggunakan pihak ke 3 atau calo.

“jangan pernah menggunakan pihak ke 3 dalam mengurus data kependudukan. Jangan sampai datanya tidak lengkap dan bermasalah. Kami sudah membuka sistem pelayanan sift, sehingga pelayanan dibuka hingga malam” tegasnya.

“kami tidak pernah berkerjasama dengan pihak ke 3 seperti calo, selain pemerintah desa” tutupnya.

banner 728x90