Sambut HUT Anak Nasional, Komunitas Anak Momang Manggarai Gelar Kegiatan Bermain di Wae Rebo

Manggarai,WaktoeNTT.Net – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2022 yang diperingati pada 23 Juli, Komunitas Momang Anak Manggarai mengadakan kegiatan bermain ceria dan belajar menyenangkan bersama anak-anak di kampung adat Wae Rebo, Desa Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai.

Kegiatan yang berlangsung sejak 9-10 Juli 2022 itu dihadiri praktisi pendidikan, play therapis anak, pegiat anak, guru penggerak, dan beberapa orang guru lainnya.

Mengisi waktu malam, Komunitas Momang Anak Manggarai melakukan diskusi dalam forum lonto leok bersama beberapa para orang tua dan tokoh adat di kampung tersebut.

banner 728x90

Diskusi ini bertajuk ‘Harapan dan Tantangan Generasi Muda Kampoeng Wae Rebo’.

Dalam diskusi ini, orang tua Wihelmus Rupun menyampaikan, anak-anak zaman sekarang banyak yang bermental instan dan kurang memiliki semangat juang yang yang tinggi serta sering membuang waktu dengan hal-hal yang tidak produktif seperti main game menggunakan handphone.

Bagi anak-anak, kata dia, ini menjadi tantangan ke depan bagi perkembangan kampung adat Wae Rebo.

“Saat ini kami yang berperan, esok anak kami yang akan melanjutkan, namun apakah mereka mampu?” ujarnya.

Sementara tokoh adat lainnya, Paulinus Pangkul menyampaikan bahwa takdir akan menentukan seseorang untuk menjadi pemimpin di Wae Rebo.

Menurut Pangkul, tolok ukur seseorang mampu apabila dia bisa melaksanakan kepercayaan yang diberikan.

Sementara praktisi pendidikan, Narwastu Anggie Ratsih mengatakan, orang sukses itu bukan hanya orang yang pintar, tetapi orang yang memiliki karakter yang baik.

Ia pun menekankan pentingnya pola pengasuhan parenting bagi orang tua, di mana orang tua harus mengedepankan dialog dengan anak.

Kemudian, sebelum orang tua mengoreksi anaknya maka perlu dibangun koneksi yang baik atau conection before corection.

Narwastu berpendapat, salah satu cara untuk membangun koneksi dengan anak adalah dengan cara dialog. Selain dialog metode yang cukup sederhana adalah dengan cara bermain. Hal ini akan menjadi pintu masuk untuk bisa berdialog dengan anak sebagai play therapis metode.

“Bermain bisa mempengaruhi emosi kita dan mengeluarkan hormon-hormon kesenangan, serta mempengaruhi struktur otak kita,” ujarnya.

“Kita perlu belajar dari filosofi pohon bambu, pertumbuhannya agak lambat dari usia 0-5 tahun, yang diperkuat itu akarnya bukan batangnya, begitu juga manusia yang perlu diperkuat itu dalam 0-5 (usia dini) sebagai usia emas seorang anak manusia mestinya harus diperkuat,” tambahnya.

banner 728x90
Penulis: Redaksi