Renungan Katolik Hari Minggu Palma: Mengenang Sengsara Yesus Tuhan

SAPA PAGI DARI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENDAL SERIBU::Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru
MINGGU, 10 APRIL 2022
HARI MINGGU PALMA
MENGENANG SENGSARA YESUS TUHAN
(Yes. 50:4-7; Mzm.22:8-9,17-18a,19-20,23-24; Flp. 2:6-11; Luk 22:14—23:56)
[Thn. VI-SS/100/4/2022]
_Pastor Riano Tagung, Pr_

Marilah kita berdoa: ALLAH BAPA MAHA PENGASIH, dalam diri Yesus Kristus PuteraMu, Engkau telah hadir di tengah-tengah kami sebagai orang yang dihina dan dianiaya. Kami mohon, bukalah hati kami untuk memahami misteri penderitaan PuteraMu itu serta jadikanlah kami bersedia mengikuti jejakNya sambil memanggul salib kami sendiri. Sebab Dialah Tuhan Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin.

BERTUMBUH DALAM KEUTAMAAN SEORANG HAMBA: TAAT, RENDAH HATI, DOA DAN PENGURBANAN DIRI

banner 728x90

“Sesibuk apapun sediakanlah waktu untuk hening. Dalam HENING kita diajak untuk mendengarkan suara TUHAN dan membiarkan diri dipimpin oleh kehendakNYA sehingga kita rela untuk MATI DEMI DIA, MATI DEMI CINTA kita kepadaNYA”Paus Fransiskus

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Hari ini kita akan mengawali PEKAN SUCI, Satu Minggu yang SUCI, Hari-hari di mana kita lebih masuk ke dalam peristiwa hidup, sengsara, wafat dan bangkit Yesus Kristus. Karena itu, kita diminta selama seminggu ini untuk lebih meningkatkan hidup doa, pantang dan puasa kita agar kita dapat menikmati sukacita PASKA di dalam hati kita.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Hari ini kita merayakan HARI MINGGU PALMA, MENGENANG SENGSARA TUHAN. Ada dua peristiwa yang kita kenang pada hari ini. Pertama, Yesus yang disambut dengan sorak-sorai memasuki kota Yerusalem. Kedua, sengsara dan wafatNya di kota Yerusalem. Dua peristiwa ini diramu menjadi satu kesatuan dalam perayaan hari ini. Melalui peristiwa ini kita diajak untuk ikut serta dalam penderitaan Yesus. Kita tidak hanya ikut dalam mengiringi Yesus memasuki kota Yerusalem dengan sorak sorai, tetapi kita juga mau mengikutiNya, yang setelah didera dengan keji, memikul salib menuju Golgota. Di sana, DIA wafat!. Kita adalah murid yang mau mengikuti Yesus bukan hanya dalam sorak-sorak, gegap gempita tetapi juga dalam penderitaan, jalan yang berkerikil tajam dan salib yang menekan pundak, menyiksa dan memilukan. PERISTIWA hari ini adalah sebuah sekolah iman bagi kita untuk belajar untuk bertumbuh dalam keutamaan seorang hamba yang taat, rendah hati, bertekun dalam doa dan berkembang dalam semangat pengorbanan diri.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Hari ini harus ada yang berubah dari dalam hidup kita, mulai cara rasa kita, cara pikir kita, cara pandang kita dan cara laku kita. Kita harus semakin mendekatkan diri dengan YESUS dan menaruh kepercayaan kepadaNya agar kita dapat mencintai setiap tetes pengorbanan YESUS dengan cinta yang lahir dari sebuah hati yang hangat dan sederhana bagiNYA.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN

Marilah kita, saudara/I yang terkasih, memaknai peristiwa hari ini dengan hidup dalam keutamaan sebagai seorang hamba, hidup dalam KETAATAN kita sebagai anak-anak Allah yang setia mendengarkan Sabda Allah, hidup dalam semangat kerendahan hati, tidak saling curiga, sombong, iri hati, cemburu dan mementingkan diri sendiri daripada orang lain sehingga mampu mengekang lidah untuk bergosip dan menceritakan kelemahan orang lain; hidup dalam semangat doa, membiarkan doa menjiwai seluruh hidup kita, sehingga kita sungguh mengalami Allah di dalam hidup kita, dan hidup dalam semangat penyerahan diri. Berani mati demi cinta kepada Yesus, menyerahkan nyawa demi Yesus.
TENTANG SEORANG MURID
miliki LIDAH SEORANG MURID,
yang senantias mengeluarkan kata-kata berkat
yang dapat membangkitkan semangat baru
bagi orang yang letih lesu
PENDENGARAN YANG TAJAM
untuk mendengarkan suara TUHAN
dalam KEHENINGAN batin
MATA yang terarah kepada KEBIJAKSANAAN
Melihat KASIH di balik setiap rentetan cerita
HATI yang sederhana dan tulus
Memberi hidup sehabis-habisnya.

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei
_Semua Karena Kasih Karunia Allah_
(1 Kor 15:10)
Servire Dio Con Amore e Gioia
_Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita_

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.