Renungan Katolik, Hari Biasa Paskah Kedua: Melayani Allah Dengan Cinta dan Sukacita

SAPA PAGI DARI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENDAL SERIBU
_Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru_
SABTU, 30 ARPIL 2022
HARI BIASA, PEKAN PASKAH KEDUA
Yoh 6:16-21
[Thn. VI-SS/120/4/2022]
_Pastor Riano Tagung, Pr_

Marilah kita berdoa: ALLAH PENYELAMAT UMAT MANUSIA, Syukur atas rahmat dan cinta yang ENGKAU anugerahkan kepada kami sampai pada hari ini. Beri kami kekuatan agar selalu setia berjalan bersama Engkau dalam suka dan duka hidup kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin.

Setelah mempergandakan roti dan memberi makan lima ribu orang, Yesus mengundurkan diri ke gunung. Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Aku ini, jangan takut!” Mereka lalu mempersilahkan Yesus naik ke perahu, dan seketika itu juga perahu mereka sampai ke pantai yang mereka tuju.

banner 728x90

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

SETIAP peristiwa hidup kita tidak pernah terlepas dari angin badai yang sedang bergelora. Di tengah keping duka dan tangis, harapan tidak pernah pupus akan DIA yang selalu menyertai umatNYA, yang setia menaruh kepercayaan kepadaNYA.

Yesus selalu ada dalam setiap hidup kita. Tidak kita mintapun, Yesus ada dan hadir dalam setiap detak napas kehidupan kita ini. Dia selalu ada agar kita ada di dalam Dia, ketika badai begelora menghempas perahu kehidupan kita.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

Gelap dan pekatnya hidup, membuat kita kerap kehilangan arah dan pegangan. Rasa takut dan gelisah membuat HATI tidak mampu merasakan kehadiran TUHAN, mata tak mampu melihat kehadiranNYA yang sedang berjalan mendekati kita di tengah malam dan gelap kehidupan kita. Demikianlah yang dialami oleh para murid dalam gelapnya danau, ada ketakutan yang menyelimuti mereka saat angin bergelora begitu kencang. YESUS tak ada di perahu. YESUS sedang mengundurkan diri ke gunung. Tiba-tiba, YESUS datang mendekati mereka. Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Aku ini, jangan takut!”

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

Hidup kita Tidak pernah luput dari badai yang bergelora dan mengamuk, yang membuat perahu kita oleng ke sana ke mari. Pengalaman yang menakutkan dan mengolengkan perahu kehidupan kita ini kerap membuat kita tidak mampu untuk melihat Yesus yang sedang berjalan menuju perahu kehidupan kita. Mata kita ditutup oleh wajah wajah penderitaan dan kesulitan/ masalah.kita terlalu focus pada masalah. FOKUS PADA BADAI YANG BERGELORA. Lantas, kita semakin takut dan seolah berjalan sendiri di tengah badai kehidupan. Sehingga kita tidak mampu melihat Yesus yang sedang berjalan menuju perahu kita.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

ADA SUARA, AKU INI JANGAN TAKUT, meneguhkan hati kita yang sedang terkoyak untuk kembali merawat harapan akan DIA yang senantiasa berjalan bersama kita. IZINKAN YESUS untuk menaiki dan masuk ke perahu kehidupan kita agar kita senantiasa berada DALAM KASIHNYA, DALAM KETENANGANNYA. OLEH KARENA ITU, muatan perahu kita yang tidak perlu harus kita tenggelamkan beban masalah, beban iri hati, beban kecemburuan, beban ketidaksetiaan, beban dosa kita sendiri. Undang Yesus masuk ke parahu. Agar CINTA menenggelamkan KECEMBURUAN, IMAN menenggelamkan KETAKUTAN, HARAPAN menenggelamkan KECEMASAN.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,

YESUS akan menyingkirkan segala badai dan beban dalam hidup kita. Maka, Janganlah kita membawa beban-beban masalah kita dalam perahu kita. Itu semua badai. Jika kita masih membawanya, maka kita tidak akan sampai ke pantai yang kita tuju. Perahu kita akan karam dan mungkin terseret arus entah di bawa ke mana dan akhirnya karam.

Marilah kita mempersilahkan Yesus masuk dan tinggal dalam perahu kita. Sebab Dia sendiri berkata : Jangan Takut! Jangan takut untuk menyertakan Yesus dalam perjalanan panggilan kita agar kita dapat berlabuh pada tujuan dari ziarah panggilan ini_. *Yesus ada dan selalu ada.Dia selalu ada dalam perahu kehidupan kita.

YESUS kami sering terjebak dalam rasa takut dan cemas, yang membuat kami tak mampu melihat hadirMU yang berjalan menggapai kami. Beri kami KETENANGAN DI HATI, agar mata batin ini mampu melihat HADIRMU yang selalu rindu untuk berada bersama kami setiap hari. Sebab Engkau Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

_Omnia Sunt Gratia Caritate Dei_
‘SEMUA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH’
(1 Kor 15:10)

_Servire Dio Con Amore e Gioia_
‘Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita’

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.