Program TJPS Berhasil, Petani di Kabupaten Manggarai Panen Perdana Jagung 4,5 Ton per Hektare

Waktoentt.net – Program tanam jagung panen sapi (TJPS) yang dicanangkan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Kabupaten Manggarai tepatnya di Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara, kini menuai hasil yang berlimpah.

Bagaimana tidak, lahan kosong yang dulunya tidak berguna, sekarang ini sudah menjadi hamparan yang di tumbuhi ribuan tanaman jagung.

banner 728x90

Dalam kunjungan kerja Bupati Manggarai, Senin 29 Agustus 2022 di Desa Nao, Bupati Manggarai yang didampingi Dirut Utama Bank NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, Dandim Kodim 1612, Wakapolres Manggarai, Pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng, Pimpinan OPD Kabupaten Manggarai, para Camat dan Kepala Desa, serta masyarakat Desa Nao, melakukan panen perdana jagung di lahan milik 23 kelompok tani asal Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara yang merupakan wilayah pengembangan program TPJS mandiri pola kemitraan.

Bupati Manggarai kepada sejumlah awak media mengungkapkan, program TJPS merupakan proses uji coba terhadap lokasi, komoditas, teknologi, kelembagaannya serta sejauh mana keseriusan para petani menjalankan program TPJS ini.

”kalau selama ini yang mengurus pertanian hanya para petani dan pemerintah saja, namun sekarang kita pakai cara-cara baru yakni mengajak pihak lain seperti perbankan, distributor benih, distributor pupuk, dan sebagainnya. Ini juga sesuai dengan arahan Gubernur NTT, bagaimana kita bersama menyukseskan program ini dengan menggunakan pola kerjasama” kata Bupati yang biasa disapa Hery Nabit itu.

Menurutnya, program tanam jagung panen sapi (TJPS) ini telah memberikan banyak manfaat bagi para petani khususnya di Kabupaten Manggarai.

”program TJPS yang  dimulai sejak bulan April 2022 sampai dengan proses panen hari ini, memberikan begitu banyak pelajaran penting bagi kita semua. Tentang bagaimana kesepakatan harga, pola penanaman hingga efektivitas penggunaan pupuk, itu sudah dibicarakan ke ranah yang lebih serius lagi, sehingga musim tanam Oktober-Maret nanti kita perluas lagi” katanya.

“intinya adalah, karena kita melibatkan perbankan dalam hal ini Bank NTT, berarti disitu ada pinjaman. Kita harus memberi jaminan bahwa pola kerjasama ini, memastikan para petani bisa mengembalikan pinjaman, baik itu para petani ataupun perbankan tidak dirugikan, semua harus mendapat manfaat. Dalam hal ini pemerintah tentu mendapat manfaat bila kesejahteraan petani semakin meningkat” tambahnya lagi.

Dirinya juga menegaskan, program TJPS bukan program milik Gubernur NTT atapun  Bupati Manggarai.

“perlu saya tekankan, bahwa program ini bukan milik seorang Gubernur ataupun Bupati, tapi program TJPS ini milik kita semua, milik masyarakat NTT, jadi jangan menanggap bahwa ini milik perseorangan” pungkas Politisi PDIP itu.

Meskipun intervensi dari Dinas Pertanian Provinsi NTT menargetkan program TJPS di Kabupaten Manggarai sebesar 2.600 hektar, namun hingga saat ini Pemkab Manggarai terus melakukan identifikasi lahan serta mensosialisasikan program ini kepada para calon petani.

 “Bank NTT sudah menyiapkan anggaran sebesar 4 milyar untuk menyukseskan program ini, namun baru 300 juta yang terealisasi. Hal ini karena kebiasaan orang Manggarai yang ingin melihat bukti dulu. Maka dari itu, dengan kegiatan panen perdana jagung di Desa Nao, kita berharap masyarakat Manggarai bisa ikut dalam program ini. Bukan soal keberhasilan dari program TJPS, tapi petani diuntungkan dengan program ini” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lucky Frederich Koli menjelaskan, saat ini para petani di Desa Nao telah menghasilkan jagung yang cukup baik.

“petani-petani kita yang ada disini,  membuka lahan baru, kemudian memulai menanam jagung, terus ditanam di musim kemarau, namun sudah mampu memberikan hasil yang cukup baik” ungkapnya.

“4,5 ton per hektare pada panen perdana hari ini, sudah menghasilkan uang paling rendah 12 juta, kalau di jual dengan harga Rp.3.000. Coba bayangkan kalau jagung yang ditanam pada lahan seluas 24 hektare semuanya dipanen, para petani bisa menghasilkan puluhan juta rupiah” tambahnya lagi.

Memasuki musim penghujan, lanjut dia, lahan yang akan ditanami jagung sekitar 200 hektare dengan target penghasilan dari para petani sebanyak 8 ton jagung jenis Bisi Hibrida 18.

“kita sudah buat kesepakatan dengan para offteker, untuk jagung yang ditanam di musim penghujan kebutuhan para petani mulai dari benih, pupuk dan obat-obatan didrop sekaligus, sehingga dalam memanfaatkan agro input yang sudah tersedia, para petani dipermudah dalam proses pengerjaannya” tutupnya.

banner 728x90