Pengawas Pembina SMP, Robert Mangkung Harap SMPN 6 Rentung Jadi Sekolah Model di Kecamatan Ruteng

WaktoeNTT.Net – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Rentung, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, melaksanakan rapat pleno Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ajaran 2022 pada, Selasa(15/03/22).

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, rapat pleno tersebut dihadiri oleh Pengawas Pembina SMP, Robert Mangkung, Kepala Sekolah, Alfons Tanggur, dan segenap pendidik dan tenaga kependidikan di lembaga SMPN 6 Rentung, Ketua Komite, Perwakilan Pemerintah Desa dan sejumlah orangtua siswa.

banner 728x90

Adapun beberapa agenda penting yang di bahas dalam rapat pleno tersebut yakni, membahas tentang rencana belanja sekolah tahun ajaran 2022 di lembaga pendidikan SMPN 6 Rentung.

Pengawas Pembina SMP, Robert Mangkung dalam arahannya mengatakan rencana penggunaan anggaran BOS harus di jalankan berdasarkan RKAS yang sudah disusun bersama para guru sesuai 8 Standar Pendidikan Nasional (SISDIKNAS).

“rencana penggunaan anggaran belanja sekolah yang didanai oleh dana bantuan operasional sekolah (BOS) harus berdasarkan RKAS yang sudah disusun dan disepakati bersama para guru, sehingga penggunaan BOS tidak lari atau di luar aturan Juknis penggunaan Dana BOS”,katanya.

Robert menegaskan, penggunaan dana BOS dalam satu tahun ajaran harus transparan dan akuntabel.

“penggunaan anggaran dana BOS harus disampaikan juga kepada masyarakat lewat papan informasi, sehingga masyarakat tau bagaimana penggunaan dana BOS dari Lembaga pendidikan SMPN 6 Rentung dalam 1 tahun ajaran”,pungkasnya.

Dirinya berharap, Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Rentung menjadi Sekolah Model di wilayah Kecamatan Ruteng.

Sementara ditempat yang sama, salah satu perwakilan orangtua siswa, Fransiskus Hemo mengapresiasi lembaga pendidikan SMPN 6 rentung karena sudah melibatkan orangtua siswa dalam membahas rencana anggaran belanja sekolah yang didanai oleh BOS.

Namun, dirinya meminta kepada pihak lembaga SMPN 6 Rentung, agar kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan siswa perlu diadakan setiap tahun.

“kami sangat senang jika anak sekolah di biasakan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, misalnya olahraga, lomba antar siswa dan lain sebagainya, dengan harapan siswa/siswi terbiasa, serta dapat menjadi nilai plus bagi siswa/siswi SMPN 6 Rentung dalam mengasah kemapuan”,harapnya.

Senada dengan Fransiskus, Ketua Komite yang juga ikut dalam rapat pleno tersebut, Hubertus Cupung mengatakan Komite Sekolah sebagai lembaga tersendiri siap mendukung langkah lembaga pendidikan SMPN 6 Rentung dalam memajukan pendidikan.

(Perwakilan orangtua siswa yang ikut dalam rapat pleno rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah SMPN 6 Rentung, Foto: Alan Grasilan)

Sebagai ketua Komite, dirinya mengatakan kekurangan anggaran Bantuan Operasional Sekolah di lembaga SMPN 6 Rentung bisa dibantu dengan dana Komite yang sudah ditetapkan bersama para orantua siswa.

“kekurangan Dana BOS, bisa di bantu dengan dana komite, agar kebutuhan lembaga pendidikan SMPN 6 Rentung, khususnya terkait gaji para guru komite dan lain sebagainya bisa terpenuhi, sehingga proses pembelajaran di SMPN 6 Rentung bisa berjalan dengan lancar”, katanya.

Untuk diketahui, jumlah peserta didik di lembaga pendidikan SMPN 6 Rentung dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

Berdasarkan data yang diterima Waktoentt.net, pada tahun 2011 jumlah siswa di SMPN 6 Rentung sebanyak 510, namun sejak tahun 2021-2022 jumlah siswa mengalami penurunan yaitu sebanyak 338.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.