Pemerintah Menetapkan 4 Program Prioritas Tahun 2023 Untuk Dukung Pemulihan Ekonomi

WaktoeNTT.Net – Pemerintah tahun 2023 menyiapkan hampir Rp. 3.000 triliun untuk dukung pemulihan ekonomi nasional.

Salah satunya Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) bagi masyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan bahwa program perlindungan sosial (perlinsos) bagi masyarakat rentan, masih menjadi prioritas anggaran pemerintah di tahun 2023.

banner 728x90

“Di bidang perlindungan sosial akan tetap dijaga range-nya antara Rp349-332 triliun”,kata Menkeu.

Menkeu menambahkan, Ini terutama untuk tetap menjaga perlindungan kepada masyarakat yang rentan, mendukung perlindungan sosial sepanjang hayat, dan juga mendorong perlindungan sosial yang makin adaptif.

Menkeu menyampaikan, pemerintah juga akan terus melakukan pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial yang menjadi rujukan data penerima perlinsos.

“Data untuk mereka yang akan mendapatkan perlindungan sosial akan semakin dimutakhirkan dan Kementerian Sosial akan meluncurkan program pemberdayaan yang diintegrasikan dengan program perlindungan sosial,”ujarnya.

Selanjutnya, belanja pemerintah juga diprioritaskan untuk bidang kesehatan.

Untuk tahun 2023 pemerintah memperkirakan COVID-19 tidak lagi menjadi faktor sehingga belanja kesehatan untuk non COVID-19 akan menjadi lebih penting. Oleh karena itu, pemerintah meningkatkan belanja kesehatan non COVID-19 dari Rp139 triliun di tahun ini menjadi antara Rp193,7-Rp155 triliun.

Program prioritas selanjutnya adalah di bidang pendidikan. Di tahun 2023 pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan di kisaran Rp595,9-Rp563,6 triliun, meningkat dari alokasi tahun 2022 yang sebesar Rp542,8 triliun.

“Ini akan mendukung berbagai belanja pendidikan termasuk beasiswa kepada murid-murid, antara lain : 20 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar bagi 975,3 ribu mahasiswa, membayar tunjangan profesi guru non PNS yang merupakan profesi pendidik sebanyak 264 ribu orang, dan Belanja pendidikan untuk operasi sekolah melalui BOS, serta biaya operasional sampai tingkat PAUD di mana 6,5 juta anak-anak akan mendapatkan manfaat,” terang Menkeu.

Sementara, untuk infrastruktur, pemerintah masih akan memberikan alokasi anggaran yang cukup signifikan di tahun mendatang, yaitu akan berkisar antara Rp367-Rp402 triliun.

Menkeu menambahkan, selain 4 program prioritas Pemerintah, di dalam APBN tahun 2023 pemerintah juga mencadangkan Rp27-Rp30 triliun untuk kebutuhan pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara

Anggaran ini difokuskan untuk pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Total Belanja Negara Tahun 2023

Menkeu menyampaikan belanja negara di tahun 2023 didesain pada kisaran 14,09-14,71 persen dari PDB atau Rp2.818,1-Rp2.979,3 triliun, yang terdiri dari belanja pusat di kisaran Rp2.017,9-Rp2.152,5 triliun dan transfer ke daerah di kisaran Rp800,2-Rp826,7 triliun.

Dengan pendapatan dan belanja tersebut, maka defisit APBN tahun 2023 akan berada pada kisaran Rp562,6-Rp596,7 triliun atau 2,81-2,95 persen dari PDB.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.