Masuk Urutan Ke 2 Pendaftar Terbanyak Sekolah Penggerak, Bupati Hery Apresiasi Antusias Para Guru di Kabupaten Manggarai

Manggarai, WaktoeNTT.Net – Bupati Hery Nabit memberi apresiasi Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 3 Lokakarya 7, Festival Panen Hasil Belajar yang merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) RI.

Pasalnya detail dari proses program guru penggerak ini memenuhi harapan dari anak-anak pada jaman ini.

banner 728x90

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Saya juga sangat antusias ketika mendengar detail dari proses guru penggerak ini, karena memenuhi harapan dari anak-anak pada jaman ini,”

Demikian Bupati Hery Nabit, saat memberi sambutan dalam Festival Panen Hasil Belajar tingkat Kabupaten Manggarai di Rumah Retret Maria Bunda Karmel Wae Lengkas Ruteng, Sabtu, (14/5).

Politisi PDIP itu, juga mengapresiasi pihak Kemdikbudristek RI yang sudah menginisiatif menggelar kegiatan tersebut di Kabupaten Manggarai.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas digelarnya kegiatan hari ini, mohon dukungan juga dari pihak Kementerian agar kegiatan ini sukses ke depan di Manggarai, dan semakin banyak peserta yang ambil bagian dalam kegiatan ini,” ungkap Bupati Hery.

Menurut dia, ini merupakan salah satu langkah yang baik untuk semakin meningkatkan minat belajar para murid dalam iklim belajar yang interaktif, menyenangkan, dan melibatkan banyak pihak.

“Yang kami butuhkan itu adalah pendidikan yang memberikan karakter kepada anak-anak. Kami sadar bahwa hari ini bahwa pintar saja tidak cukup. Tetapi ada sesuatu yang lebih penting dari pintar yakni attitude, sikap, mindset,”tuturnya.

Agar hal tersebut tercapai, jelas Bupati Hery Nabit, lembaga-lembaga pendidikan pada semua level adalah tempat yang tepat untuk mendidik anak-anak sehingga menjadi generasi yang siap bertarung, mampu belajar secara terus menerus dan generasi yang siap menghadapi persaingan.

“Karena itu kami titipkan anak-anak kami pada lembaga-lembaga pendidikan untuk mendidik menjadi manusia yang siap bertarung, manusia yang mampu belajar terus menerus, manusia yang siap untuk menghadapi persaingan tetapi di sisi lain manusia yang juga siap untuk bekerjasama dengan orang lain,”katanya.

Maka dari itu, Bupati Hery Nabit mengajak para guru agar muara dari program yang baik ini yakni terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas. Ia berharap program seperti ini dapat berlanjut.

“Karena program ini bagus, Pemerintah Kabupaten Manggarai akan mereplikasinya,”terangnya.

Bupati Hery berharap, guru penggerak menjadi role model untuk melakukan transformasi pendidikan di Manggarai. Dirinya yakin dengan adanya Program Guru Penggerak akan meningkatkan kualitas pendidikan di Manggarai.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan dari Kemdikbudristek, Abdul Rojak, mengatakan, Program Guru Penggerak merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Dijelaskan Rojak, untuk menuju Lokakarya 7 dan Festival Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak, peserta telah berproses selama tujuh bulan lamanya.

“Pada Lokakarya 7 ini kita akan melihat panen hasil belajar. Ini merupakan buah dari kreativitas guru,” ujarnya.

Rojak mengatakan, akan terus mengikuti perkembangan program guru penggerak ini hingga sampai ke Lokakarya 9. Dengan adanya Program Guru Penggerak ini, Rojak yakin akan ada perubahan pendidikan di Manggarai menjadi lebih baik. “Tentu akhirnya adalah mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kegiatan PGP ini diikuti oleh 71 orang, 3 fasilitator, dan 11 pengajar praktik. Para Calon Guru Penggerak (CGP) tersebar pada masing-masing jenjang mulai dsri TK, SD, SMP, dan SMA. Lokakarya 7 ini digelar selama dua hari dari tanggal 13 hingga 14 Mei 2022.

Sebelumnya, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka program Sekolah Penggerak dalam rangka meningkatkan level pendidikan di Indonesia.

Sebagai program yang bertujuan untuk mengembangkan hasil belajar siswa secara holistik, program Sekolah Penggerak melibatkan 10.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 250 kabupaten/kota se-Indonesia, tahun ajaran 2022/2023.

Khusus Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Manggarai masuk dalam urutan ke 2 sebagai sekolah dengan pendaftar terbanyak dari 22 kabupaten/kota yang mengikuti program Sekolah Penggerak, berdasarkan data dari LPMP Provinsi NTT.

Adapun Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT yang ikut dalam program Sekolah Penggerak, antara lain : Kabupaten Manggara Timur, Rote Ndao, Sumba Tengah, Sumba Timur, Kupang, Alor, Ende, Malaka, Ngada, Sikka, Timor Tengah Utara, Belu, Flores Timur, Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan.

banner 728x90