Komnas Disabilitas Kecam Pelaku Pemerkosaan di Manggarai Timur

WaktoeNTT.Net – Menanggapi kasus pemerkosaan terhadap balita penyandang disabilitas di Desa Golo Ros, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Komisioner Disabilitas Nasional (KDN) minta Kepolisian Resort Manggarai Timur menindak tegas dan proses hukum kepada pelaku harus sesuai UU perlindungan anak.

Balita berinisial P (2) tersebut diperkosa oleh pria yang diketahui bernama Iren (26),pada 27 Januari 2022.

banner 728x90

Terkait kasus tersebut, Jonna Damanik selaku anggota KND meminta pihak Kepolisian agar menindak tegas pelaku dan meminta agar semua pihak memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas.

“Hal ini sesuai UU No.8 tahun 2016 pasal 5 ayat 3, bahwa anak penyandang disabilitas memiliki hak perlindungan khusus dari diskriminasi, penelantaran, pelecehan, eksploitasi serta kekerasan seksual.” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, KND mengajak lembaga-lembaga hak asasi manusia dan lembaga terkait (Kepolisian, Komnas HAM, KPAI, Komnas Perempuan, Kompolnas, LPSK) secara serius mengawal tuntas kasus-kasus kekerasan terhadap anak, agar tidak terulang lagi.

“Maka, KND sebagai lembaga yang mendapat mandapat dalam penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas akan mengawal proses hukum dan pemulihan korban agar masa depan anak terus diperhatikan.” ujarnya.

Sementara, Kikin Tarigan yang juga anggota KND memandang bahwa kasus ini sering terjadi bahkan berulang-ulang. Hal ini menandakan bahwa, kelompok rentan seperti anak dan disabilitas masih sering mengalami kekerasan seksual.

“Untuk itu, KND mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut menyampaikan atau melaporkan kasus-kasus yang menimpa kelompok rentan seperti anak dan disabilitas.” ungkapnya.

Secara khusus, UU no.8 tahun 2016 pasal 125 menegaskan, pemerintah daerah wajib menyediakan unit layanan informasi dan tindak cepat untuk perempuan dan anak penyandang disabilitas yang menjadi korban kekerasan.

“Untuk memastikan hal tersebut, KND meminta kasus seperti ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah dengan pembentukan regulasi perlindungan disabilitas di level daerah.” ujarnya.

Menurutnya, isu-isu terkait disabilitas masih luput dari urgensi perhatian pemerintah daerah. Ia kemudian meminta Pemda agar serius memperhatikan regulasi tersebut.

“Maka kami juga meminta pemda secara serius memperhatikan perintah UU tersebut.” tutupnya.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.