Kisah Anggi, Gadis 7 Tahun di Kabupaten Manggarai Yang Mengalami Bocor Ginjal

Manggarai, WaktoeNTT.Net – Sungguh memilukan nasib Teresia Anggriani Putri Nganjong, 7 tahun, asal Desa Sambi, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.

Anggi, panggilan akrabnya, menderita Sindrom Nefrotik atau yang sering dikenal dengan ginjal bocor. Sakit yang menimpa Alen bermula sejak tahun 2020, saat usianya masih 5 tahun.

Ayah Alen, Marselinus Nganjong merasa sedih saat mengetahui anaknya sakit. Linus bilang, tanda-tanda sakit sudah nampak saat Alen masih kecil.

banner 728x90

“Awalnya, anggi sering mengeluh dan menangis. Namun malamnya tiba-tiba seluruh badannya bengkak,” kata Lius di kediamannya, Sabtu (25/1/2020).

Karena panik, Lius bersama istrinya langsung mengantar Anggi ke RSUD Dr. Ben Mboi tahun 2020. Saat itu, dokter di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng memintanya untuk diopname. Dokter juga meminta untuk rutin berobat.

“ Alen rutin diperiksa di RSUD Ben Mboi selama 1 minggu dengan harapan bisa disembuhkan. Namun sampai sekarang belum sembuh,”kata Lius.

Karena kondisi Anggi yang kian menprihatinkan, RSUD dr. Ben Mboi Ruteng menyarankan agar Anggi segera mungkin di lakukan operasi di Jakarta.

Namun, Lius bingung harus berbuat apa lagi. Di tengah kegelisahannya, ia berhadapan dengan masalah kesulitan biaya. Ekonomi keluarga yang pas-pasan ditambah dengan beban pengobatan Alen membuatnya tak berdaya.

“Terus terang, saya kesulitan biaya mengobati anak saya,” tuturnya pasrah.

Karena sakitnya tersebut, Anggi juga harus berhenti sekolah. Ia tak bisa melanjutkan pendidikannya di sekolah dasar lantaran tidak bisa duduk dan berdiri dalam waktu yang lama.

“Karena penyakitnya, Anggi terpaksa berhenti sekolah. Ia tidak bisa duduk berjam-jam untuk mendapatkan pelajaran dari gurunya. Kasihan, ia berhenti,” kata Lius.

Ia juga tak bisa menikmati masa kecil seperti anak-anak seusianya. Saat anak-anak yang lain bermain sepuasnya, Anggi hanya bisa bergelut dengan sakitnya. Itulah yang membuat Aleksius sedih.

Aleksius terus mencari jalan keluar untuk kesembuhan anaknya dan berharap bantuan dari pihak lain. Di sisi lain, Anggi tetap tegar. Berjuang keras melawan sakitnya.

“setiap hari saya menangis, saya sedih sekali. Saya bingung harus berbuat apa, bersama istri saya berharap ada pihak yang mau membantu untuk biaya pengobatan dan operasi anak kami di RS Dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta,” harapnya.

banner 728x90