Kabupaten Manggarai Masuk Urutan Ke 2 Pendaftar Terbanyak Dalam Program Sekolah Penggerak

Kabupaten Manggarai masuk dalam urutan ke 2 sebagai sekolah dengan pendaftar terbanyak dari 22 kabupaten/kota yang mengikuti program Sekolah Penggerak, berdasarkan data dari LPMP Provinsi NTT

Ruteng,WaktoeNTT.Net – Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka program Sekolah Penggerak dalam rangka meningkatkan level pendidikan di Indonesia.

banner 728x90

Sebagai program yang bertujuan untuk mengembangkan hasil belajar siswa secara holistik, program Sekolah Penggerak melibatkan 10.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 250 kabupaten/kota se-Indonesia, tahun ajaran 2022/2023.

Khusus Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Manggarai masuk dalam urutan ke 2 sebagai sekolah dengan pendaftar terbanyak dari 22 kabupaten/kota yang mengikuti program Sekolah Penggerak, berdasarkan data dari LPMP Provinsi NTT.

Adapun Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT yang ikut dalam program Sekolah Penggerak, antara lain : Kabupaten Manggara Timur, Rote Ndao, Sumba Tengah, Sumba Timur, Kupang, Alor, Ende, Malaka, Ngada, Sikka, Timor Tengah Utara, Belu, Flores Timur, Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan saat di temui diruang kerjanya mengatakan untuk Kabupaten Manggarai sekolah yang ikut mendaftar program Sekolah Penggerak sebanyak 129.

“data per Januari 2022, sebanyak 129 sekolah  sudah ikut mendaftar dalam program sekolah penggerak, terdiri dari Paud sebanyak 6, Sekolah Dasar ( SD) sebanyak 82, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 41 dan ini tersebar di seluruh Kecamatan, se-Kabupaten Manggarai”, Katanya kepada Waktoentt.net, pada Selasa (08/03/2022).

Menurut dia, program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak mulia, kreatif, gotong rotong, berkebinekaan global, bernalar kritis serta mandiri.

“program sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru)”,ungkapnya.

(Calon Guru Penggerak saat mengikuti pelatihan, foto : Alan Grasilan)

Dia juga menjelaskan, selain program Sekolah Penggerak, Kemendikbudristek juga membuka program bagi Guru Penggerak yang merupakan satu kesatuan dari program Sekolah Penggerak.

“semenjak pendaftaran bagi Calon Guru Penggerak yang di buka Kemendikbudristek tanggal 10-28 Januari 2022, total guru khusus Kabupaten Manggarai yang ikut mendaftar sebanyak 2045 orang, namun yang lolos verifikasi dari Kementrian sebanyak 446 orang”,Jelasnya.

Dia menambahkan, Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama 6 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.

“guru penggerak akan bertugas menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya. Seorang guru penggerak juga menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah”,katanya.

“guru penggerak juga bertugas untuk mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Secara keseluruhan, guru penggerak menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong berjalannya ekosistem pendidikan di sekolah dengan baik”,tambahnya lagi.

Wensislaus berharap kepada seluruh guru  se-kabupaten Manggarai, agar dapat mengikuti program Sekolah Penggerak maupun Guru Penggerak pada satuan pendidikan di wilayah masing-masing, baik sekolah negeri maupun swasta, agar segera mendaftarkan diri.

Jika program ini segera terlaksana, kata dia, maka akan terjadi percepatan mutu pendidikan di daerah masing-masing.

“Kepala sekolah menjadi kunci transformasi Program Sekolah Penggerak. Memilih kepala sekolah yang berkarakter penggerak diyakini akan menggerakan guru-gurunya menjadi sekolah penggerak,” katanya.

Untuk di ketahui, sertifikat Guru Penggerak kini menjadi syarat untuk menjadi kepala sekolah. Ketentuan ini diatur dalam Permendikbud No. 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.