Ini Tanggapan PPK Terkait Proyek Gedung Inap Perawatan di RSUD Ben Mboi Ruteng

WaktoeNTT.Net – Lembaga Advokasi Demokrasi dan Kebijakan Umum (Ladikum) melaporkan kejanggalan dan penyelewengan tiga proyek fisik milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai, Senin (7/2/2022).

Tiga proyek itu antara lain; Proyek Gedung Inap Perawatan Pasien Pasca Bedah di RSUD Ben Mboi Ruteng, Proyek Gedung Inap Perawatan Isolasi RSUD Ben Mboi Ruteng.

banner 728x90

Melansir Flores News, Salesius Kantur menyampaikan, pihaknya menemukan ada dugaan penyelewengan terhadap pengerjaan proyek Gedung Inap Perawatan Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi Ruteng Kabupaten Manggarai dengan Pagu anggaran Rp11,7 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT.Jember Utama sebagai kontraktor pelaksana.

“Setelah dilakukan Provional Hand Over (PHO) pantauan di lapangan masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan. Jelas ini melanggar aturan yang berlaku,” ungkap Sales.

Sementara terhadap pengerjaan proyek gedung inap perawatan pasien pasca Bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi Ruteng Sales menjelaskan, proyek tersebut menggunakan Pagu anggaran sebesar Rp11,7 miliar dengan PT.Aulia Ahmada Persada sebagai kontraktor pelaksana.

“Setelah dilakukan Provional Hand Over (PHO) pantauan di lapangan masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan. Jelas ini melanggar aturan yang berlaku,” ungkap Sales.

Terhadap pengerjaan proyek gedung inap perawatan pasien pasca Bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi Ruteng Sales menjelaskan, proyek tersebut menggunakan Pagu anggaran sebesar Rp11,7 miliar dengan PT.Aulia Ahmada Persada sebagai kontraktor pelaksana.

Sementara Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), Gregorius L. A. Abdimun menjelaskan Pembangunan Ruang Rawat Inap Perawatan Bedah, yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT. Aulia Ahmada Persada, konsultan pengawas CV. Putra Timor Raya dan Pembangunan Gedung Rawat Inap Ruangan Isolasi, kontraktor pelaksana PT. Jembar Utama, konsultan pengawas PT. Konindo Panorama Konsultan, telah selesai dilaksanakan sesuai ketentuan dalam surat perjanjian kontrak.

” Pekerjaan Pembangunan Ruang Rawat Inap Perawatan Bedah dan Pembangunan Gedung Rawat Inap Ruangan Isolasi telah dilaksanakan serahterima pertama pekerjaan pada tanggal 30 Desember 2021″, jelasnya dalam press release yang diterima wartawan pada selasa(08/02/22).

Sius mengatakan bahwa sejak tanggal 31 Desember 2021 Pekerjaan Pembangunan Ruang Rawat Inap Perawatan Bedah dan Pembangunan Gedung Rawat Inap Ruangan Isolasi memasuki masa pemeliharaan, selama 365 hari kalender.

“sekarang pekerjaan tersebut memasuki masa pemeliharaan, oleh karena itu kontraktor pelaksana diwajibkan melaksanakan pemeliharaan, perbaikan dan penggantian pada bagian bangunan yang memerlukan pemeliharaan, perbaikan atau panggantian”,katanya.

Pihaknya juga turut mempertanyakan motivasi dar LSM Ladikum dalam membuat laporan ke Kejari Manggarai sebagaimana diberitakan sejumlah media online, sebab LSM Ladikum termasuk lembaga yang sangat aktif memantau pengerjaan proyek itu.

“LSM Ladikum termasuk salah satu lembaga yang sangat aktif memantau proses pengerjaan proyek fisik yang kami laksanakan, termasuk pada waktu pelaksanaan proses pelaksanan serah terima pekerjaan,” ujarnya.

banner 728x90
Penulis: ED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.