Ibarat Gula, Kopi dan Cangkir

Mungkin pernah terlintas dalam benak pikiran kita, apa sih arti hidup kita ? Dan apa tujuan kita dalam hidup ini ?

Memang pertanyaan diatas akan sulit untuk dijelaskan karena setiap orang pasti memiliki jalan hidup yang berbeda.

banner 728x90

Terkadang disaat kita menjalani hidup ini, akan banyak halangan yang akan datang silih berganti.

Banyak setiap orang yang putus asa disaat menghadapi halangan tersebut, terkadang ada juga beberapa orang yang menikmatinya.

Kita bisa menjadikan halangan yang ada di hidup kita bagaikan sebuah gula.

Mengapa saya mengandaikan sebagai gula?

Begini, setiap orang pasti selalu menyukai sebuah kopi, sebuah minuman yang hitam pekat dan kadang tidak menarik untuk di minum, tetapi dengan adanya gula tersebut secangkir kopi tadi akan lebih terasa nikmat bila kita meminumnya.

Ya! kita bisa mengandaikan juga kehidupan kita sebagai segelas kopi pahit yang baru saja kita seduh. Kopi tersebut, jika baru anda seduh tanpa memberikannya gula akan terasa pahit dan tidak enak di lidah.

Sama halnya seperti kehidupan kita yang selalu monoton tidak ada perubahan yang signifikan dari apa yang terjadi di saat kita menjalani hidup ini.

Masalah atau halangan sebesar dan sesulit apapun itu, pasti bisa kita jalani atau selesaikan asal tidak ada kata menyerah, putus asa, semua itu demi memperoleh sebutir gula di hidupmu, tetapi halangan – halangan yang entah itu kecil atau besar akan menjadi sebutir gula yang akan menambahkan rasa pada kopi kita tadi, tinggal bagaimanakah kita bisa mengatur butiran gula tersebut, agar pas di kopi yang dinikmati.

Tidak terlalu manis, juga tidak terlalu pahit, itulah makna sebuah hidup.

Begitupun dengan cangkir yang digunakan.

Memilih hal-hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus, perasaan kalian mulai terganggu.

Kalian secara otomatis melihat Cangkir yang di pegang orang lain dan mulai membandingkannya.

Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya.

Hidup kita, baik kehidupan ibadah dan kehidupan dunia, seperti kopi dalam analogi tersebut diatas, sedangkan cangkirnya adalah sarana pekerjaan, jabatan ,atau harta benda yang kita miliki.

Jangan pernah membiarkan Cangkir mempengaruhi Kopi yang kita nikmati.

Cangkir bukanlah hal yang utama, namun kopi itulah yang terpenting.

Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, sarana yang mewah, karier yang bagus dan pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagiaan hidup.

Itu konsep yang sangat keliru!!

Kualitas hidup dan ibadah kita di tentukan “Apa yang Ada di Dalam” bukan “Apa yang Kelihatan dari Luar“.

Status, Pangkat, Jabatan, Kedudukan, Kekayaan, Kesuksesan, Popularitas adalah sebuah predikat yang disandang.

Tak salah jika kita mengejarnya.

Tak salah pula bila kita menginginkannya.

Namun, semua itu hanya sarana.

Sarana hanya bermanfaat apabila bisa mengantarkan kita pada suatu tujuan.

Lalu apa gunanya, memiliki segala sarana, namun tidak pernah merasakan Kedamaian, Ketentraman, Ketenangan dan Kebahagiaan sejati di dalam kehidupan kita???

Kunci menikmati Kopi bukanlah seberapa mewah dan mahal Cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas Kopinya.

banner 728x90
Penulis: Alan Grasilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.