Hadapi Isu Kesehatan di Masyarakat, Camat Langke Rembong Gelar Rapat Kordinasi Bersama Sejumlah Pihak

Manggarai,WaktoeNTT.Net – Dalam rangka menghadapi isu kesehatan pada masyarakat, camat Emil E. Ndahur bersama sejumlah lurah se-kecamatan Langke Rembong menggelar rapat kordinasi di aula Kantor Camat Langke Rembong, selasa 12 Juli 2022.

Selain para lurah, hadir juga dalam dalam rapat tersebut, Kepala Puskesmas Kota Ruteng, Drg. Margaretha Irmana Baung dan Rd. Marten Jenarut, Pr selaku narasumber, tokoh masyarakat, kader posyandu masing-masing dari Kelurahan, Koordinator Pendidikan Kecamatan Langke Rembong, Ketua PKG PAUD non formal, yang mewakili ketua PKG PAUD Formal, MKKS Kabupaten Manggarai, Kepala Resort Peternakan Kecamatan Langke Rembong, dan Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan, TP PKK Kecamatan, dan sejumlah pegawai Puskesmas Kota.

Dalam sambutannya, Camat Emil mengungkapkan, isu kesehatan di Langke Rembong perlu menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dan patut disyukuri bahwa rapat ini bertujuan untuk menggugah semangat bersama dalam upaya mengatasi persoalan kesehatan yang terjadi.

banner 728x90

Rapat ini ,kata dia, merupakan rapat yang bermartabat karena membahas tentang semangat bersama untuk menyelamatkan generasi di kecamatan Langke Rembong oleh karena itu, dalam pembahasan tentang kasus gizi dan stunting berarti membahas tentang menyelamatkan generasi penerus.

Menurut dia, untuk menghadapi isu kesehatan di lingkungan masyarakat perlu adanya upaya kerjasama dari berbagai pihak.

“peran aktif semua pihak secara bersama-sama, baik pihak pemerintah, masyarakat, lembaga-lembaga lain menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja,”jelasnya.

Adapun sejumlah isu kesehatan yang dibahas yakni program kerja Puskesmas Kota beserta capaian dan temuan selama kurun waktu semester pertama Tahun 2022.

Dalam paparannya, Kapus Kota Ruteng menyampaikan, masih banyak persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius semua pihak.

Kata dia, persoalan kesehatan yang cukup menonjol dan sering terjadi di Kecamatan Langke Rembong khususnya kebanyakan tentang kasus kematian bayi, kasus rabies, kasus stunting dan gizi kurang/buruk, kasus ODGJ.

Selain itu, perilaku hidup sehat terkait pemanfaatan jamban juga masih menjadi persoalan dimana, terdapat sejumlah warga yang belum memenggunakan jamban yang baik, bahkan ada sejumlah Kepala Keluarga yang menggunakan jamban secara bersama.

Terpisah, Rd. Marten Jenarut,Pr coba menjelaskan perspektif hukum tentang hak-hak anak dalam kaitannya dengan tanggung jawab pemenuhan hak hidup sehat anak. Menurutnya, persoalan stunting yang terjadi ini dapat pula dilihat dalam perspektif hukum. Di dalam UU Nomor 23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak tegas disebutkan tentang hak anak dan pemangku kepentingan pemenuhan hak anak.

Dengan demikian, persoalan stunting bisa didekatkan dalam perspektif hukum di mana kasus stunting merupakan persoalan pengabaian hak anak untuk hidup sehat.

Karena itu, menurut dia, penting dipahami bahwa saat ini, hubungan orang tua dan anak tidak saja dilihat sebagai relasi sosial dan relasi moral, tetapi juga termasuk di dalamnya yaitu relasi hukum. Tanggung jawab dan konsekuensi hukum sudah diatur jelas di dalam regulasi pemerintah.

“Jangan bilang stunting karena masalah ekonomi kalau orang tua masih punya perilaku main kupon putih,” tegas rohaniwan yang juga berprofesi sebagai praktisi hukum.

Untuk diketahui, Rapat koordinasi tersebut diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama perwakilan peserta rapat dan narasumber.

Adapun kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah para peserta sepakat untuk : 1) Penanganan sampah rumah tangga secara tepat, 2) Berpartisipasi dalam sosialisasi tentang stunting dan pemenuhan hak anak, 3) Berpartisipasi dalam sosialisasi tentang bahaya minuman keras, 4) Mendukung pelaksanaan pelayanan posyandu, 5) Bekerjasama mendukung kelancaran program-program kesehatan.

banner 728x90