Gelapkan Dana Program Indonesia Pintar, Mantan Kepsek SMPN Satap Reca, Kecamatan Lambaleda Timur Dilaporkan ke Kejaksaan

WaktoeNTT.Net – Mantan Kepala Sekolah  SMPN Satap Reca, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Matim, dilaporkan sejumlah orangtua siswa ke Kejaksaan Negeri Manggarai (Kejari), pada Rabu(06/04/22).

Damasus Raga, mantan Kepsek SMPN Satap Reca, dilaporkan sejumlah orangtua siswa diduga menggelapkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa.

banner 728x90

Kepada waktoentt.net, Advokat Magang, Heriberto Apriliano Iruk, yang mendampingi mereka nenerangkan, kedatangan sejumlah orangtua siswa ke Kejaksaan Negeri Manggarai untuk melaporkan mantan Kepsek  SMPN Satap Reca, Damasus Raga, yang telah mengelapkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya diterima siswa.

“Hari ini kami datang ke Kejaksaan untuk melaporkan mantan Kepsek SMPN Satap Reca, karena telah menggelapkan dana PIP sejak tahun 2020 sampai 2021 yang seharusnya diterima oleh para siswa”,jelasnya.

“Laporan sudah masuk, dari Kejaksaan dalam waktu satu minggu kedepan akan diproses”,tambahnya lagi.

Sementara, Arnoldus Puas (68) yang merupakan  keterwakilan dari 66 orangtua siswa menuturkan, kasus penggelapan dana PIP tersebut terjadi sejak tahun 2020 -2021 dengan total Rp. 82.874.000.

Dugaan itu, terkuak setelah Damasus Raga sudah tidak menjabat sebagai kepala sekolah. Pada tahun 2021, beberapa orangtua murid pergi ke sekolah untuk mengurusi pencairan dana PIP.

Namun, saat belasan orangtua murid tiba di sekolah, kepala sekolah yang baru menanyakan tentang keberadaan buku PIP dari siswa yang menerima bantuan.

Orangtua murid pun mengaku bahwa mereka tidak pernah menerima buku PIP tersebut. Selama ini, buku PIP itu dipegang sepihak oleh mantan Kepsek.

Saat kepala sekolah baru meminta kepada para orangtua siswa mengumpulkan buku rekening untuk dibuat surat rekomendasi pencairan untuk tahun 2021, ternyata dari 75 siswa yang seharusnya menerima beasiswa PIP hanya 9 orang terima.

Merasa ada yang janggal, kepala sekolah barupun langsung menanyakan hal tersebut ke BRI Unit Mano sebagai Bank penyalur pada tanggal 15 Desember 2021.

Dari hasil rekening koran yang diberikan oleh bank penyalur, ditemukan pada tahun 2020 sudah dilakukan pencairan oleh pihak sekolah tanpa sepengetahuan orangtua siswa.

Oleh karena itu, ke 66 orangtua siswapun minta kepada mantan Kepsek, untuk menjelaskan dana beasiswa PIP yang tidak diterima oleh 66 siswa sejak tahun 2020-2021.

Mantan Kepsek tersebut mengakui bahwa uang atau dana PIP tersebut dimakan oleh dirinya.

Mendengar hal tersebut, sejumlah orangtua siswapun minta pertanggung jawaban dari mantan kepsek untuk mengembalikan uang yang sudah dimakan dengan membuat kesepakatan pada tanggal 22 Desember 2022 yang disaksikan langsung oleh utuasan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Matim.

(Nota Kesepakatan Mantan Kepsek yang disaksikan oleh utusan Dinas PPO Matim)

Dari hasil kesepakatan, Damasus Raga selaku Mantan Kepala Sekolah SMPN Satap Reca menyatakan siap untuk mengembalikan uang tersebut.

Namun sampai dengan hari ini, Damasus Raga tidak menepati janji sesuai kesepakatan yang sudah dibuat.

Hingga berita ini diturunkan, media waktoentt.net belum mengkonfirmasi mantan Kepsek SMPN Satap Reca.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.