Festival Kopi Manggarai Pamerkan Produk Industri Kecil dan Ekonomi Kreatif

Manggarai,WaktoeNTT.Net – Festival Kopi Manggarai yang , menjadi ajang pameran bagi seluruh pelaku industri Kopi di Manggarai. Tak hanya pelaku kopi, festival itu juga menampilkan berbagai hasil karya seni dari belasan komunitas Produk Industri Kecil dan Ekonomi Kreatif.

Kristian Burmo, salah satu peserta yang mengikuti Festival Kopi Manggarai mengaku sangat senang saat diundang untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Pemilik kedai Toto Kopi yang biasa disapa Broklyn itu menyampaikan, ucapan syukurnya atas terselenggaranya festival ini. Selain karena melalui momen ini, Manggarai dapat mempromosikan kopinya, di sisi lain, pertemuan-pertemuan antara para pegiat kopi, pecinta kopi, wisatawan dan masyarakat Manggarai yang memiliki tradisi kopi dapat memperkaya khazanah tentang kopi. Selain itu, melalui festival ini juga, kota Ruteng yang selama ini sepi akibat pembatasan COVID-19 kembali semarak.

banner 728x90

“Festival ini memberi ruang percakapan dan perjumpaan bagi masyarakat, pelaku ekonomi, pelaku seni, maupun kelompok lainnya; di sisi lain, ruang festival memberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri, mempromosikan identitas, dan yang paling penting menemukan kembali semaraknya kota ini terlebih setelah dilanda COVID-19” jelasnya kepada media ini, Selasa (02/08/22).

Selain menyuguhkan kopi bagi para pengunjung, Stand Toto Kopi yang kini bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai juga menampung hasil karya dari para pelaku Ekraf dan UMKM yang ada di Kabupaten Manggarai.

”selain kopi saya bersama crew Toto Kopi juga memajang hasil karya dari kelompok tenun, seperti Towe Songke, selendang songke, Topi songke Manggarai, gaun dengan motif songke manggarai dan masih banyak lagi” ungkap pria 36 tahun itu.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai yang sudah mengajak Kedai Toto Kopi untuk ikut ambil bagian dalam festival itu.

Sementara, ikut memeriahkan kegiatan tersebut, Rumah baca Aksara sebagai komunitas literasi di Ruteng turut hadir dalam festival itu.

Rumah Baca Aksara (RBA) dalam keegiatan tersebut, terlihat pamerkan karya seni seperti lukisan, buku, baju, dan termasuk kopi hasil racikan komunitas tersebut. Komunitas literasi itu juga menampilkan hiburan seperti musik, stand up komedi, berpuisi dan berdiskusi.

Kordinator Rumah Baca Aksara (RBA), Geryl Ngalong mengatakan, FKM seperti ini sangat bagus untuk dilaksanakan. Namun, selain kopi yang disuguhkan kepada para pengunjung, para pegiat kopi juga harus mampu menceritakan sisi lain dari kopi.

“adakah yang tau kapan masuknya kopi di Manggarai? Atau apakah para petani kopi kita sudah sejahtera? Ini seharusnya dijelaskan kepada generasi sekarang. Jangan sampai Manggarai terkenal hanya karna nama, sedangkan cerita tentang kopi yang sebenarnya tidak tau” kata Geryl.

banner 728x90