Dugaan Kriminalisasi Tiga Pemuda Asal NTT, Praktisi Hukum Minta Kapolri Sigit Copot Kapolres Jaksel Dari Jabatan

Jakarta,WaktoeNTT.Net – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diminta segera mengevaluasi Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto terkait profesionalismenya dalam menjalankan tugas. Pasalnya, anak buah sang Kapolres diduga melakukan kriminalisasi terhadap tiga orang pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Tiga pemuda itu ditangkap dan ditahan dengan tuduhan pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP. Padahal, ketiga pemuda justru merupakan korban penggeroyokan oleh enam orang dimana keenamnya sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan tuduhan melakukan pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP,”kata Koordinator Advokat Perekat Nusantara, Petrus Selestinus dalam pertemuan terbatas bersama anggota Advokat Perekat Nusantara, di Jakarta, Rabu (4/5/2022).

banner 728x90

Petrus mengatakan, penangkapan dan penahanan tiga orang korban asal NTT itu merupakan bentuk ketidakprofesionalan pihak Polres Jakarta Selatan.

“Karena itu, saya minta Kapolri segera untuk bebaskan tiga korban. Selain itu, Kapolri segera perintahkan Kapolda Metro Jaya agar segera mencopot Kapolres Jaksel dari jabatannya.  Masa korban kok malah dijadikan tersangka pelaku,” tegas Petrus.

Petrus juga menambahkan, pihak Polres Jaksel memperlakukan kasus ini seperti kasus seperti delik aduan.

“Ini kan kentara sekali ketidakprofesionalan polisi,” kata dia.

Menurut Petrus, Tindakan pihak Polres Jaksel terhadap tiga orang korban sebenarnya menampar muka Kapolri dan muka Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terpisah, praktisi hukum yang juga merupakan anggota Advokat Perelat Nusantara, Siprianus Edi Hardum meminta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) agar memperhatikan kasus ini.

“Kompolnas segera menemui Kapolri agar panggil Kapolres Jakarta agar segera bebaskan tiga korban,” kata dia.

Praktisi hukum lainnya, Hipatios Wirawan menambahkan, menangkap dan menahan tiga orang korban sungguh melukai rasa keadilan masyarakat bukan hanya masyarakat NTT, terutama Manggarai, tetapi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami minta Kapolres Jaksel segera evaluasi kinerja anak buahnya,” kata dia.

Sebelumnya, tiga pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban pengeroyokan dari segerombolan Pemuda yang sedang mabuk.

Ketiga pemuda asal NTT tersebut yakni Yohanes Frederico Kora, Klaudius Rahmat dan Aldi Darman.

Kejadian itu bermula saat salah satu dari mereka atas nama Yohanes Frederiko Efan Kora pulang mengantar pacarnya menggunakan sepeda motor kosnya di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (1/10/2021).

Saat itu, Yohanes melewati segerombolan anak muda yang sedang mabuk di jalan pinggir Gang Mawar, Pasar Minggu, Jaksel.

Salah satu dari gerombolan anak muda itu menegur Yohanes dengan nada agak tinggi dengan mengatakan “Woi”.

Namun, karena ketakutan Yohanes tidak menggubrisnya dan melanjutkan perjalan ke kosannya yang hanya berjarak 50 meter dari gerombolan anak muda tersebut.

Setelah tiba di kos, Yohanes memberitahukan kepada dua temannya yaitu Klaudius Rahmat (Klaus) dan Aldin bahwa dia diancam oleh sekelompok anak muda. Mendengar cerita tersebut, ketiganya memutuskan untuk bertemu dengan kelompok anak muda tersebut untuk meminta maaf jika Yohanes melakukan kesalahan saat melewati segerombolan anak muda tersebut.

Saat mendekati kelompok anak muda tersebut, tiba-tiba beberapa orang yang sedang nongkong tersebut langsung berdiri dan membuka baju mengajak duel serta langsung mengelilingi Yohanes, Klaus dan Aldin. Karena merasa terancam, Aldin pun bertanya maksud dari kelompok anak muda tersebut.

Namun, pertanyaan Aldin dijawab dengan pukulan dari beberapa anak-anak yang sedang nongkrong tersebut menggunakan Celurit dan benda tumpul lainnya.

Karena diserang dengan alasan yang tidak jelas, ketiga anak muda ini menangkis berbagai pukulan tersebut.

Karena tidak berdaya, ketiganya melarikan diri, namun dan salah satu dari ketiga pemuda asal NTT yaitu Yohanes mendapat luka parah di bagian paha dan pinggang karena dibacok menggunakan celurit.

Selain itu, anak-anak muda yang mabuk tersebut merusak 2 sepeda motor milik Yohanes dan Aldin.

banner 728x90