Berita  

Bupati Manggarai: Anak Merupakan Warisan Berharga Dalam Kehidupan Berumah Tangga, Mereka Bukan Untuk Dilecehkan!!

Manggarai, WaktoeNTT.Net – Baru-baru ini, warga Kabupaten Manggarai dikagetkan dengan peristiwa sadis yakni pelecehan secara seksual yang dialami oleh seorang anak.

Kejadian itupun mendapat kecaman keras dari Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, saat membuka Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Manggarai, yang dilaksanakan di Aula Ranaka, pada 09 Juni 2022.

Bupati Hery dalam sambutannya mengatakan, anak merupakan warisan yang sangat berharga dalam keluarga dan dalam kehidupan berumah tangga. Seharusnya anak-anak dijaga dan dilindungi sebagai mana mestinya. Namun yang terjadi malah sebaliknya, anak-anak dibawah umur menjadi incaran serta menjadi sasaran pelecehan seksual para predator.

banner 728x90

Bupati Hery menjelaskan, saat ini kita memiliki banyak tantangan selain stunting, tetapi semua bermuara pada pola asuh atau cara masing-masing rumah tangga mendidik, membina, dan mengelola keluarga masing-masing.

“Kita dikejutkan dengan kejadian pelecehan seksual yang terjadi, ketika seorang ayah justru menodai anak kandungnya. Untuk kita manusia yang normal sebenarnya itu tidak patut terjadi, tetapi itulah yang terjadi dan persis di depan mata kita. Semua punya alasan, tetapi itu tidak cukup menyembuhkan luka yang sudah terjadi,”ujarnya.

Sebab itu, Bupati Hery mengajak semua pihak untuk selalu menjaga keluarga kita masing-masing. Menjaga lahir batin, kehormatannya, tidak cukup hanya bicara kesejahteraan.

“Kita boleh kasih makan anak 3 sampai 5 kali sehari, tetapi jika kemudian ancaman itu justru datang dari orang yang paling dekat dengan kita, maka saya kira semua tidak ada gunanya atau sia-sia,”ungkap ayah 2 anak itu.

“Kita semua harus membicarakan hal ini secara terus menerus. Untuk menjaga keselamatan anak-anak kita baik laki-laki maupun perempuan,”tambahnya.

Karena itu, Bupati Hery mengimbau kepada jurnalis di Manggarai untuk bijak memberitakan kasus pelecehan seksual, tetap menjunjung tinggi Peraturan Dewan Pers tentang Pedoman Pemberitaan Ramah Anak.

“Kita paham ada nilai pendidikan dari setiap berita. Tetapi khusus terkait berita pelecehan seksual dan anak di bawah umur, tolong jangan terlalu rinci menceritakan dan menjelaskan identitasnya. Ingat anak perempuan dan ibunya akan tetap hidup bersama kita,”katanya.

“Sebagai Bupati Manggarai, kami mengimbau kepada teman-teman jurnalis untuk bijak memberitakan hal-hal yang meskipun salah, tetapi tolong diberitakan secara bijak, khususnya terkait pelecehan seksual,” tambahnya.

banner 728x90