Bupati Hery Nabit Buka Musda ke IX MUI Cabang Kabupetan Manggarai

Manggarai, WaktoeNTT.Net – Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit membuka secara resmi Musyawarah Daerah (MUSDA) ke IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, di Aula Masjid Baiturrahman Ruteng, pada Senin (30/05/22).

Hal itu ditandai dengan pemukulan Gong yang dilakukan Bupati Hery Nabit dan di dampingi oleh Wakil Dewan pertimbangan Majelis Ulama propinsi NTT, Haji Yahidin Umar bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Manggarai, Haji Amir Faisal Kelilauw.

Dengan mengangkat tema “Memperteguh Tanggungjawab dan penghikmatan ulama Terhadap pencapaian Pembangunan Kabupaten Manggarai” penyelenggaraan musda ke IX ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja lima tahun yang telah berlalu serta perumusan program kerja lima tahun kedepan yang tentunya dapat bermanfaat bagi umat serta pemilihan kepemimpinan MUI Manggarai yang baru.

banner 728x90

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Manggarai, H. Amir Faisal Kelilauw dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Manggarai yang telah mendukung kegiatan Musda IX MUI Kabupaten Manggarai Tahun 2022.

(Pemukulan Gong tanda dibukanya Musda ke IX MUI Kabupaten Manggarai, foto: Alan Grasilan)

Haji Amir menyampaikan selama ini dirinya beserta pengurus yang akan habis masa aktifnya telah menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan terutama pemerintah melalui menjalin hubungan dengan pemerintah dengan berbagai pendekatan , komunikasi, informasi, maupun konsultatif secara timbal balik yang begitu baik dan lancar sebagai perwakilan umat yang merupakan bagian dari rakyat kabupaten Manggarai.

kedepan, lanjut dia, MUI Manggarai akan terus berupaya meningkatkan perannya dalam membawa, membimbing, serta berjuang untuk umat, oleh karena itu MUI Manggarai meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah lahir maupun bathin.

MUI telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan kehidupan umat beragama, tidak hanya bagi umat Islam namun MUI berperan dalam kehidupan antar umat beragama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama.

Sebab, Kerukunan umat beragama merupakan hal yang paling penting dan mendasar yang harus dijaga dan dirawat sebagai tugas bersama untuk menyelamatkan dari segala ancaman apapun.

Untuk itu kita tidak boleh membangun tembok pemisah antar kita yang kita bangun adalah jembatan penghubung, yang kita bangun adalah jalan tol lintas batas kerukunan, demi persatuan dan kesatuan, terutama di daerah Manggarai” ujarnya.

Sementara, Wakil Dewan pertimbangan Majelis Ulama propinsi Nusa Tenggara Timur dalam sambutanya berharap setelah terbentuknya kepengrusan ini MUI dapat menjalankan tupoksinya secara maksimal. Diharapkan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan umat dan sekaligus berperan sebagai penyejuk sehingga kehidupan umat beragama kundosif, aman, dan damai, juga berperan sebagai penasehat Pemerintah sehingga kebijakan yang diambil Pemerintah dalam hal ini Pemda mendatangkan kemaslahatan umat, dalam hubungan kerjasama dengan masyarakat

MUI diharapkan terus menjalin hubungan dengan pemerintah sebagai mitra dengan mensinkronisasikan program-program yang digulirkan pemerintah,” ungkapnya.

Pada tempat yang sama Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit berharap Musda IX MUI Kabupaten Manggarai dapat melahirkan strategi khusus untuk meningkatkan kesadaran menjalankan ibadah pada diri masyarakat sekaligus dapat mendorong peningkatan perekonomian.

Bupati Manggarai juga mengatakan, selama ini MUI telah berkalaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam setiap kegiatan.

Bupati Nabit berharap pada Musda ini, MUI Kabupaten Manggarai dapat melahirkan pengurus MUI Kabupaten Manggarai yang lebih baik lagi kedepannya dalam menyambung aspirasi masyarakat.

Siapapun yang terpilih baik sebagai ketua, sekertaris maupun seluruh jajaran pengurus adalah bapak-bapak atau ibu-ibu yang bisa menjalani komunikasi dengan pemerintah. Dengan melihat wajah wajah yang hadir hari ini saya percaya bahwa kita semua punya keluasaan hati untuk menempatkan kan kepentingan MUI itu sebagai badan atau sebagai lembaga yang mengakomodir Suara suara umat untuk disuarakan. Yang mana umat kadang mempunyai keterbatasan dalam mengutarakan berbagai hal untuk disuarakan kepada pemerintah, Maka MUI harus sebagai penyambung lidah mereka sehingga berbagai hal yang menjadi masalah bisa dicari solusi dan jalan keluarnya oleh pemerintah“katanya.

Dalam pembukaan Musda IX ini turut hadir Sekda Manggarai, Forkompinda, pimpinan OPD, Rektor Unika St.Paulus Ruteng, Vikjen Keuskupan Ruteng, Ketua FKUB Manggarai , Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Manggarai, serta tamu undangan lainnya.

Untuk diketahui, kegiatan Musda ke IX yang di gelar MUI cabang Manggarai, berlangsung selama dua hari yakni 30-31 Mei 2022.

banner 728x90