Bupati Hery Kepada Guru di Kabupaten Manggarai: Jaga Profesionalitas Sebagai Pendidik, Jangan Tunjukan Hal yang Buruk Kepada Generasi Penerus Bangsa

Ruteng, WaktoeNTT.Net – Semua orang belajar untuk tidak membuat riuh dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang harus tahu porsinya, itu artinya seorang pendidik harus profesional. Pak Wakil Bupati selalu bilang, profesional yang pertama-tama adalah tahu diri, saya ini siapa?

Demikian penegasan Bupati Manggarai, Heribertus G.L Nabit, saat menutup secara resmi kegiatan peningkatan kapasitas Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Manggarai, di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Jumat (08/04).

Dalam sambutannya Bupati Hery mengatakan, bahwa guru profesional adalah orang yang terlibat dalam pendidikan yang tugasnya tidak hanya sekadar mentransfer ilmu dari guru kepada peserta didik akan tetapi lebih dari itu.

banner 728x90

Sebagai pendidik yang profesional, tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

“Guru itu digugu dan ditiru, dalam hal yang baik maupun dalam hal buruk, jangan sampai memberikan contoh yang buruk kepada murid”,kata Bupati Hery.

Terkait penggunaan media sosial,Bupati Hery juga berharap Kepala Sekolah untuk ingatkan guru-guru agar berhati-hati posting sesuatu di media sosial, beritahu dan peringatkan semua.

“Karena kalau ada apa-apa saya tidak akan bantu. Hati-hati, baik dalam urusan pribadi maupun dalam urusan kedinasan, jangan gampang posting di medsos tanpa mempertimbangkan dampaknya, ingat Guru itu digugu dan ditiru, jangan sampai anak-anak sebagai generasi penerus bangsa kita rusak dan hancur karena kita memberikan contoh yang buruk”,pungkas Bupati Hery.

“Tidak ada jalan lain untuk maju, selain belajar dari satu sama lain. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang baik, jangan disalahgunakan,”tambahnya lagi.

Bupati Hery berharap, para pendidik selalu berkarya dengan semboyan pendidikan oleh Ki Hadjar Dewantara tentang tiga asas pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut wuri Handayani.

Pertama, Ing Ngarso Tuludo, bahwa di depan seorang guru harus dapat memberikan contoh atau teladan yang baik bagi kepada siswa-siswinya. Kedua, Ing Madya Mangun Karsa, guru adalah pendidik yang berada di tengah siswanya mampu memberikan dorongan atau semangat untuk berkarya dan Ketiga, Tut Wuri Handayani, di belakang guru adalah pendidik yang mampu mengarahkan atau menopang siswa-siswinya pada jalan yang benar”,tutupnya.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.