Bupati Hery Imbau Masyarakat Waspada Varian Baru Covid 19

WaktoeNTT.Net – Bupati Manggarai Heribertus G.L. Nabit, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada menghadapi Varian Baru virus Corona atau Covid 19.

Dalam press release yang diterima Waktoentt.net pada Jumat(18/03/33) pukul 31.57 Wita, di Kabupaten Manggarai pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19 terus mengalami peningkatan terutama pada bulan Januari s/d Maret 2022 ini.

banner 728x90

Maka dari itu, Pemkab Manggarai terus mengambil langkah antisipatif terhadap melonjaknya penyebaran virus Corona ini, antara lain adalah dengan memastikan jenis virus yang dialami saat ini.

Bupati Manggarai menjelaskan, terdapat 37 spesimen yang sudah dikirim oleh Pemkab Manggarai melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai ke Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT (Labkesda) di Kupang untuk selanjutnya  dikirim ke Balai Besar Kesehatan di Surabaya agar dapat mengetahui apakah virus yang dialami masyarakat Manggarai ini masih virus SARS-Cov-2 atau sudah bermutasi ke Virus Omicron.

Dari 37 hasil sampel  yang dikirim Lapkesda Propinsi NTT , diketahui bahwa seluruhnya merupakan varian baru virus corona yaitu Virus Omicron.

“Virus Omicron ini penyebarannya lebih cepat meskipun tidak fatal karena sebagian besar masyarakat kita sudah divaksin. Tetapi tidak berarti kita tidak hati-hati melainkan tetap waspada. Jadi yang dialami oleh masyarakat Manggarai adalah virus omicron, yang penularannya berkali-kali lebih cepat. Kerena itu kita harus tetap waspada,” kata Bupati Hery Nabit.

Bupati Hery juga menjelaskan, sepanjang kurun waktu tiga bulan pada tahun 2022 dari bulan Januari sampai Maret, tercatat ada 2.795 kasus.

“Kalau kita bandingkan dalam kurun waktu tahun 2021 yang mencapai 6.154 kasus, maka itu artinya periode Bulan Januari sampai 17 Maret 2022 ini sebesar 30 persen. Karena itu kita bisa membayangkan kalau vaksinasi berjalan lambat dan prokes juga tidak jalan, ini berarti keadaan di tahun 2022 akan lebih buruk di tahun 2021”,jelasnya.

Bupati Hery juga memaparkan, berdasarkan kategori usia, yang paling banyak menderita atau terjangkit virus ini justru pada usia dewasa yaitu usia 18-45 tahun dengan prosentase 53 % penduduk Manggarai sepanjang tahun 2022. Sedangkan usia 45 ke atas hanya 18 %, usia 11-17 sebesar 17 % sementara usia 0-10 sebesar 12 %.

Maka dari itu, mengingat tingginya masyarakat Manggarai yang terkonfirmasi positif Covid 19 varian baru Omicron maka Pemerintah Kabupaten  Manggarai melakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi soal ini, antara lain:

1. Vaksinasi tetap jalankan.
2. Tracing atau pelacakan kontak erat akan tetap dilakukan. Pemkab masih memiliki 9.000 Swab antigen masih tersedia dan akan digunakan untuk pelacakan kontak erat pada beberapa pekan mendatang.
3. Protokol kesehatan tetap jalan. Karena itu kegiatan-kegiatan perkantoran, pendidikan akan dibatasi sampai 28 Maret 2022.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang diterima Waktoentt.net, sebanyak 2.795 pasien terkonfirmasi positif Covid 19, dengan rincian : meninggal sebanyak 10,
Pasien yang sedang melaksanakan isolasi terpusat di Wisma atlit Golodukal ada 60 orang sedangkan yang isolasi mandiri 1.457 orang. Selebihnya 13 orang dirawat di Rumah Sakit.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.