Bertemakan Menuju Merdeka Belajar, SMPN 3 Wae Ri’I Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

sekertaris Dinas Pendidikan Kab. Manggrai saat memberikan materi/foto: Alan G

Manggarai,WaktoeNTT.Net – Masuknya virus COVID-19 sejak Maret 2020 lalu memberikan dampak yang cukup signifikan dalam proses pembelajaran dalam satuan pendidikan. Pada tanggal 11 Februari 2022 Kemendikbud Ristek resmi meluncurkan Kurikulum Merdeka sebagai opsi untuk mengatasi krisis pembelajaran akibat pandemi.

Ia meluncurkan Kurikulum Merdeka, yang mana akan diterapkan pada tahun ajaran 2022/2023 dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA.

Di Kabupaten  Manggarai, Nusa Tenggara Timur, sejumlah sekolah sudah mulai menggelar workshop terkait Implementasi Kurikulum Merdeka salah satunya adalah SMPN 3 Wae Ri’I, Kecamatan Wae Ri’I.

banner 728x90

SMPN 3 Wae Ri’I pun menyambut kurikulum tersebut dengan menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKW) dan perangkat pembelajaran tahun ajaran 2022/2023.

Dengan tema “ Menyongsong Kurikulum Merdeka Menuju Merdeka Belajar” SMPN 3 Wae Ri’I menghadirkan Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Manggrai, Wensislaus Sedan, S.Pd, M.si.

Wens menjelaskan, Kurikulum Merdeka lebih menekankan pada bagaimana memfasilitasi siswa untuk mendapatkan layanan pembelajaran penilaian berdasarkan karakteristik siswa. Oleh karena itu, kata dia untuk mengerti karakter siswa, guru harus mengenal siswanya.

“Maka yang dikenalkan di kurikulum ini perlu adanya pembelajaran dan penilaian paradigma baru. Pembelajaran di Kurikulum Merdeka, lebih menekankan karakteristik siswa. Semua orientasinya pada siswa” jelasnya.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka sebenarnya bukan hal baru jika dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, tetapi ada perubahan dalam kurikulum ini yakni, guru yang berperan merancang pembelajaran.

Jika dalam kurikulum sebelumnya, sebut Ninik, guru lebih bergulat dengan Kompetensi Dasar dan Kurikulum Inti yang dikembangkan lewat silabus dan RPP, maka di Kurikulum Merdeka diramu menjadi capaian pembelajaran.

“Kelebihannya, materinya berfase dan hasil pemikiran gurunya sendiri, kalau kurikulum sebelumnya sudah disiapkan pemerintah sehingga peluang guru untuk berkreasi menjadi pengembang kurikulum berpotensi di Kurikulum Merdeka. Maka perlu pendampingan, karena kemampuan guru untuk mengatur logika berpikir belum tentu langsung bisa,” terangnya lebih jauh.

Wens juga menambahkan, model kurikulum merdeka mempunyai perbedaan dengan kurikulum sebelumnya. Pertama, Pada kerangka dasar, Kurikulum merdeka menambahkan pengembangan profil pelajar Pancasila pada peserta didik, pada K13 rancangan landasan utamanya yaitu tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan saja. Kedua, K13 menerapkan Jam Pelajaran (JP) yang diatur perminggu, sedangkan kur. merdeka menerapkan Jam Pelajaran (JP) diatur pertahun. Ketiga,  K13 mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sedangkan di kurikulum merdeka dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai jam pelajaran (JP) yang telah ditetapkan. Keempat, di K13 lebih menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran, sedangkan pada kurikulum merdeka yaitu menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kelima, K13 menerapkan sistem penilaian dibagi menjadi 3, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada kur. merdeka tidak ada pemisahan diantara 3 ranah penilaian tersebut.

Sementara, Tobias Real selaku Kepsek SMPN 3 Wae Ri’I mengaku pihaknya merespon positif  kehadiran Kurikulum Merdeka sebagai langkah strategis mempersiapkan guru agar bisa memahami kurikulum ini sebelum diberlakukan di sekolah.

Workshop ini sebagai langkah kami untuk mempersiapkan guru-guru agar bisa melakukan Kurikulum Merdeka dengan baik dan berkualitas dalam rangka mencerdaskan generasi penerus bangsa

Dirinya juga mengungkapkan rasa terima terima kasihnya kepada sejumlah pihak yang telah menyempatkan diri untuk menjadi narasumber dalam memberikan materi terkait implementasi kurikulum merdeka.

“ kami sangat berterima kasih sekali kepada Sekertaris Dinas Pendidan Kabupaten Manggarai, Pengawas Pembina SMPN 3 Wae Ri’I yang sudah menyempatkan diri untuk hadir bersama kami disini, tentu ini menjadi pelajaran yang sangat berharga buat kami, dan kami sangat menghargai itu” ungkapnya.

banner 728x90